Keunikan Danau Zamrud Siak - Riau


Riau memiliki 56,1% dari total hutan rawa gambut Indonesia (18,586 juta ha). Salah satu Kawasan Hutan Rawa Gambut Riau berada di Kawasan Hutan Rawa Gambut Zamrud Siak.

Keunikan Danau Zamrud Siak Riau

Danau Zamrud yang terletak di hutan rawa gambut basah di Kecamatan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau merupakan terdiri dari 2 (dua) danau yang berdekatan. Kedua danau tersebut bersisian satu sama lain yaitu Danau Besar dengan luas 2.416 ha, dan Danau Bawah dengan luas 360 ha. Karena terletak di Desa Zamrud dan berdekatan satu sama lain, maka kedua danau tersebut lebih populer dengan nama Danau Zamrud. Selain itu, pantulan sinar matahari yang kehitaman dari permukaan danau (ciri khas perairan hutan rawa gambut dengan air yang coklat sampai coklat tua kehitaman) menjadikan danau tersebut layaknya sebutir permata zamrud di tengah rimba raya.

Secara geografis, ekosistem Danau Zamrud dan kawasan hutan rawa gambut Zamrud ini berada di bagian timur Provinsi Riau, tepatnya arah tenggara Kabupaten Siak. Kawasan ini berada di antara Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, yang secara umum kawasan ini merupakan bagian dari ekosistem yang lebih luas yaitu Ekosistem Hutan Rawa Gambut Semenanjung Kampar. Secara dukungan, kawasan ini relatif lebih aman karena kawasan Zamrud ini merupakan kawasan pelestarian alam. Ekosistem Hutan Rawa Gambut Zamrud memiliki 2 (dua) keterwakilan tipe habitat secara umum yang berbeda yaitu hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar.

Berbagai jenis flora terdapat di kawasan ini yang didominasi oleh Pohon Kayu Meranti (Shorea sp), Bitangur (Galophyllum spp), Kempas (Koompassia malacensis Maig), Balam (palagium sp), Punak (Tetrameristaglabra miq), Resak (Vatica wallichii), Perupuk (Solenuspermun javanicus), Rengas (Gluta rengas), Nipah (Nypa fruction), Pandan (Pandanus sp), Sagu Hutan (Metroxylon sagu), dan lain sebagainya. Pohon Meranti pun ada berbagai jenis misalnya : Meranti Lilin, Meranti Kait, Meranti Alan, Meranti Sabut, dan Meranti Bakau.

Sedangkan jenis fauna atau satwa yang hidup dan berkembang di kawasan Hutan Rawa Gambut Zamrud dengan Danau Zamrud yang eksotis misalnya : harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), harimau dahan (Neofelis nebulosa), Napu (Tragulus napu), beruang madu (Helarctos malayanus), Ikan Arowana (Schleropages formosus), Buaya Sinyulong (Tomistoma Schlegelii), Buaya Muara (Crocodylus porosus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Kokah (Presbytis melalophos), beruk (Macaca nemestrina), dan berbagai jenis burung atau unggas lainnya. Tidak terdapat manusia yang menetap di kawasan ini, tetapi mereka sampai ke lokasi ini untuk menangkap ikan.

Danau Zamrud yang berada di Kawasan Hutan Rawa Gambut Zamrud ini sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Kawasan yang sangat luas ini bermanfaat untuk sarana konservasi keanekaragaman hayati, pengatur hidrologi, sumber energi, tempat budi daya, pengendali perubahan iklim global karena kemampuan kawasan hutan rawa ini untuk menyerap dan menyimpan cadangan karbon dunia.

Pengembangan kawasan hutan ini ke depannya diharapkan salah satunya menjadi Zona Inti yang merupakan zona suaka, Zona Pemanfaatan bagi pengelolaan wisata dan rekreasi, Zona Pemanfaatan Tradisional bagi kepentingan nelayan, dan Zona Rimba bagi kepentingan penelitian.

Selain perairannya dan kondisi alamnya yang eksotis, Danau Zamrud juga dilengkapi dengan berbagai keunikan lainnya yang dapat dilihat para wisatawan misalnya saja di sini terdapat pulau berpindah.


Pulau berpindah terletak di Danau Besar. Di sini terdapat 4 (empat) pulau utama, yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. Uniknya, keempat pulau di Danau Besar ini merupakan pulau yang bisa berpindah atau disebut juga pulau hanyut. Pulau jenis ini terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan sehingga pada saat-saat tertentu pulau tersebut dapat berpindah ketempat-tempat yang berbeda sesuai pergerakan air. Selain itu, Pulau Beruk, sesuai dengan namanya merupakan habitat bagi beruk-beruk atau kera tanpa ekor. Danau Zamrud telah dijadikan sebagai kawasan suaka margasatwa sejak 25 November 1980 oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai kawasan konservasi kawasan ini juga dikembangkan untuk riset ilmu pengetahuan dan obat-obatan.


Peta Lokasi Danau Zamrud
Sumber https://alamsumatra.wordpress.com/2009/02/21/hutan-rawa-gambut-zamrud-siak/

Danau Zamrud Siak berjarak 180 km dari Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, sekitar tiga jam perjalanan berkendara. Jika ingin berkunjung ke kawasan ini maka pastikanlah datang di saat sore hari atau ketika matahari sedang condong ke barat. Sebab pada saat itu, selain puncak dari pesona Danau Zamrud, aneka ragam makhluk hidup yang menjadikan danau tersebut habitatnya juga menampakkan diri. Namun jangan langsung takut dulu, karena umumnya hewan-hewan tersebut bukanlah hewan buas. Misalnya saja aneka jenis ikan, seperti ikan Arwana emas, ikan Balido, hingga kicauan burung Serindit, elang dan aneka burung lainnya. Menurut data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ada 38 jenis burung yang 12 diantaranya dilindungi seperti bangau putih, enggang palung, enggang benguk, enggang dua warna, dan enggang ekor hitam.

Saat ini kawasan Danau Zamrud Siak juga menjadi bagian dari kawasan Badan Operasi Bersama (BOB) Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Sumatera Basin yang merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dengan PT Pertamina Hulu. Oleh karena itu, jika penasaran hendak menikmati keindahan Danau Zamrud maka saat memasuki kawasan penyangga (buffer zone) sekitar 35 km dari kawasan inti Danau Zamrud, pengunjung harus meminta izin dulu kepada perusahaan yang memiliki otoritas di sana.

Pastinya kawasan Danau Zamrud Siak bukanlah kawasan wisata keluarga karena tempat ini belum menyediakan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan pada umumnya, seperti penginapan ataupun restoran. Saat ini para pengunjung (umumnya wisatawan dengan minat khusus terhadap petualangan alam atau peneliti) masih akan langsung berinteraksi dengan masyarakat tempatan.


Ada tiga cara untuk mengunjungi kawasan ini. Cara pertama, yang paling mudah dan paling indah adalah melalui udara dengan helikopter. Namun kekurangannya, Anda tidak bisa berinteraksi dengan alam danau zamrud yang masih asri dan merupakan hutan primer tersebut. Selain itu, cara ini juga mahal.

Cara kedua, adalah dengan menggunakan travel menuju kota Siak dari Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan bermotor atau mobil melalui jalan umum yang telah biasa dilalui oleh orang-orang. Izin memasuki kawasan tetap diperlukan.

Ketiga, dengan cara menemukan jalan sendiri melalui perairan. Cara ini cukup extrem namun pernah dilakukan oleh para pengunjung yang umumnya para petualang alam. Setelah sampai di kota Siak, maka pengunjung menuju Desa Zamrud melalui hutan-hutan yang pastinya akan memberikan pengalaman berbeda kepada Anda. Setelah sampai di Desa Zamrud, Anda dapat menyewa perahu masyarakat untuk berperahu menuju Danau Zamrud. Di sini pengalaman seru dan tak terlupakan akan menjadi cerita indah perjalanan Anda. Selamat mencoba untuk mencapai Danau Zamrud Siak Riau. (tya - telah diedit ulang)




[ Riaumagz | Wisata Riau ]

Riaumagz

Semua tentang Riau & Indonesia
TWITTER & INSTAGRAM : @riaumagz
Repost : tandai & ikuti kami Gambar dilengkapi keterangan.
#riau #riaumagz #pekanbaru