Sejarah Hokben, Hanya Sumpit Yang Menjadi Jarak Kita

Sejarah Hokben, Menu Hokben Hanya Sumpit Yang Menjadi Jarak Kita

RiauMagz.com - Sudah sering kami (riaumagz), jika bepergian ke Pulau Jawa, mencicipi makanan cepat saji dari Hoka-Hoka Bento yang sekarang bernama Hokben, kami berpikir produk makanan ini berasal dari Jepang, eeeh ternyata tidak. Kami baru mengetahui ternyata merk Hokben dengan produk makanannya adalah asli Indonesia.

Berawal dari ajakan teman-teman blogger untuk menghadiri pembukaan gerai Hokben di Pekanbaru. Gerai ini resminya dibuka tanggal 30 Januari 2019, sedangkan kami bersama teman-teman blogger hadir di acara softlaunching sehari sebelumnya. Pada kesempatan itu, dijelaskan mengenai sejarah berdirinya Hokben.

hanya sumpit yang menjadi jarak kita

kami gubah kalimat itu dari tagline Hokben yang keren
"Sekarang Kamu dan HokBen hanya sejarak Sumpit"

Logo Hokben

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada Kementerian Hukum dan Ham RI, Hak Kekayaan Intelektual pada merk Hoka Hoka Bento telah didaftarkan sekitar 130-an pada hampir seluruh klasifikasi usaha atas nama PT. Eka Bogainti. Sedangkan merk Hokben telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya sekitar 160-an klasifikasi usaha atas nama PT. Eka Bogainti. Hal ini menjamin merk usaha tersebut tidak ditiru atau dipakai pihak lain. Jaminan ini juga untuk meyakinkan seluruh penikmat makanan produk Hokben bahwa produk tersebut hanya dibuat oleh Hokben.

Logo Hokben merupakan 2 orang anak berkarakter manga. Anak laki-laki Hokben berbaju biru bernama Taro, sedangkan yang berbaju merah adalah anak perempuan yang bernama Hanako. Pada logo Hokben yang baru, kedua anak tersebut hanya dimunculkan bagian kepalanya saja dengan posisi masih lama serta ditambahi beberapa elemen gambar yang dilatarbelakangi warna kuning.

Logo Hoka Hoka Bento di Indonesia digunakan sejak saat peresmian gerai pertamanya 18 April 1985 tersebut dan berakhir pada 14 Oktober 2013. Penamaan dan logo kemudian diganti baru pada 15 Oktober 2013 menjadi Hokben.

Logo baru ini juga dibarengi dengan pattern yang disebut Community Pattern. Warna kuning sebagai warna utama pattern ini menjadi elemen penarik dipasang pada dinding, gelas dan berbagai peralatan. Hokben Community Pattern dari 5 pattern yaitu :
  • Parent and kid (mirip huruf j dengan 2 bulatan diatasnya), Hokben menjadi penyedia makanan keluarga.
  • Welcoming hello (seperti tangan yang melambai dengan 1 buah bulatan sebagai kepala), keramahan Hokben kepada pelanggan.
  • Friendship (2 bulatan diatas dengan elemen mirip kepala dibawahnya), Hokben menjadi tempat menikmati kebersamaan.
  • Respect (membungkuk memberi hormat gaya Jepang), Hokben menghormati setiap orang yang datang.
  • Pride (garis tegak dengan 1 bulatan), Hokben bangga melayani pelanggan.

Sejarah Hokben

Tak kurang dari 153 gerai Hokben tersebar di berbagai lokasi di Indonesia berdasarkan data dari website Hokben mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Jogjakarta, Bali, Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara dan Riau. Dengan mengusung Visi perusahaan yaitu Membawa kebaikan untuk memelihara kehidupan masyarakat dengan menciptakan dan menyediakan makanan yang berintegritas. Hal ini menjadi visi yang sangat jelas untuk mengembangkan usahanya, Hokben terus berkembang.

Tercatatlah bahwa PT. Eka Bogainti yang memiliki lisensi restoran ini dan hadir pertama hadir di Kebon Kacang, Jakarta pada 18 April 1985. Hendra Arifin sebagai pendiri perusahaan ini ingin menyajikan makanan bergaya Jepang yang higienis, bervariasi dan cepat saji serta dengan harga relatif terjangkau. Konsep dan keinginan Hendra yang sempat bekerja selama 13 tahun di PT. Astra Internaional ini, menjadikan perusahaan ini sebagai "Japanese Fast Food" terbesar di Indonesia.

Sebelum itu, Hendra melakukan studi banding ke Jepang karena gerai cepat saji ala Jepang di Indonesia tidak ada saat itu. Kemudian Hendra membeli izin dan lisensi penggunaan merk Hoka Bento Jepang (sumber : wikipedia). Awalnya Hoka Bento Jepang hanyalah penyedia makanan untuk dibawa pulang (take away) yang kemudian ditutup karena izin dan lisensinya telah dibeli Hendra Arifin dan dibawa ke Indonesia. Sejak saat itu, merk Hoka-Hoka Bento menjadi merk terdaftar di Indonesia.

Cabang pertama Hokben pertama dibuka pada 1990 di Bandung dan dimiliki oleh PT. Citra Boga Kumala. Perusahaan ini kemudian memiliki dan menjalankan seluruh gerai di Jawa Barat yang berjumlah 27 gerai.

Setelah 15 tahun, tepatnya pada 2005, Hokben merambah ke arah timur yaitu Jawa Timur. Surabaya menjadi pilihan cabang Hokben berikutnya yang kemudian berkembang ke Sidoarjo dan Malang di tahun 2008. Di tahun 2008 itu juga, Hokben menerima Sertifikat Halal Indonesia dari Majelis Ulama Indonesia serta meluncurkan website untuk mengakomodir pesanan online. Paket yang ditawarkan adalah paket Kidzu Bentu yang banyak digemari anak-anak.

Hokben semakin berkembang dengan jejaring yang meluas sampai ke Jogjakarta, Jawa Tengah, Solo dan Bali di Tahun 2010. Di Sumatra, gerai Hokben pertama berdiri di Bandar Lampung pada 18 Oktober 2018. Di bulan Januri 2020, gerai Hokben kembali di buka di Medan. Sedangkan di Pekanbaru pada Februari 2020.

Sejarah Hokben, Menu Hokben Hanya Sumpit Yang Menjadi Jarak Kita
Jangan pusing ama gambarnya
Langsung aja cicipi

Menu Hokben

Produk makanan Hokben yang tersaji pada menu, semuanya diproduksi terpusat di Ciracas dengan pabrik phub di Bogor, Yogyakarta, dan Surabaya. Semua distribusi logistik produk makanan ini langsung ditangani oleh Hokben. Hal ini untuk menjamin mutu produk dari mulai produksi, distribusi, proses penyajian lalu sampai di tangan penikmat makanan berciri khas Jepang ini.

Menu utama Hokben berbahan dasar daging sapi dan ayam yang dimasak menjadi Teriyaki dan Yakiniku. Kedua masakan ini mengggunakan bawang bombay dengan saus khusus saus teriyaki atau yakiniku khas buatan Hokben. Untuk teriyaki ada hot spicy lho. Menu utama lain adalah berbahan dasar ayam yaitu hot chicken steak dan chicken steak original.

Makanan Jepang takkan lengkap tanpa gorengan, hal ini pun disediakan Hokben pada Fried Menu berupa karaage, ebi furai, chicken roll, ekkado, kanirol, katsu, tori ball, shrimp roll, tori no teba maupun tori finger. Menu terbaru adalah Salmon Guriru. Guriru berarti panggangan, jadi Salmon Guriru berarti daging Salmon yang dipanggang. Selain itu, Hokben juga menyediakan sukiyaki dan soup baik yang berbahan tahu sutra jepang (tofu) maupun bahan lainnya. Untuk memanjakan penikmat makanan Jepang, Hokben juga menyajikan Dessert, Beverages, Snacks, serta Side Dish. Dari keseluruhan menu, tersedia juga menu yang telah dipaketkan.

Secara umum, menu makanan di Hokben dimakan dengan menggunakan sumpit kecuali sup, walaupun disediakan juga sendok yang lebih dikhususkan untuk makanan jenis sup. Sumpit yang dikenal berasal dari Tiongkok 3.000 tahun yang lalu, merupakan sepasang tongkat kecil dan pendek memang menjadi alat makan utama di Jepang dan khususnya di Asia Timur yang meluas ke belahan dunia lain.

Nah kamu yang di Pekanbaru pengen coba makanan bergaya Jepang menggunakan sumpit, coba di Hokben yang berlokasi di Living World Pekanbaru.

Setelah mencicipi Hokben, coba juga kulineran Pekanbaru lainnya.


RiauMagz, Wisata Riau, kuliner Pekanbaru, Sejarah Hoka Hoka Bento.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel