Wisata Sejarah Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura

Wisata Sejarah Istana Kerajaan Siak

Kembali Pada Kenangan Masa Lalu di Istana Siak Sri Indrapura
Peninggalan sejarah kerap kali membawa kita kepada kenangan masa lalu. Istana Siak Sri Indrapura menjadi salah satu peninggalan yang akan membawa anda pada kenangan tersebut. Ya, istana yang dibangun tahun 1889 ini masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Anda memang tidak akan menemukan Raja dan Ratu jika berkunjung ke istana yang terletak di Kabupaten Siak ini, namun benda-benda peninggalan yang bernilai sejarah masih tersimpan rapi.

Banyak hal-hal yang pastinya membuat anda berdecak kagum akan kejayaan kerajaan Siak dimasa lampau. Tidak hanya kompleks istana, namun juga lengkap peralatan, serta mitos-mitos yang akan membuat anda penasaran.

Dengan luas sekitar 32.000 meter persegi Kompleks Istana Siak terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Padjang, Istana Lima, dan Istana Baroe. Sementara Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi. Arsitektur bangunan di kerajaan ini bergaya melayu yang digabungkan dengan arsitektur Eropa.

Ketika akan memasuki istana anda akan disambut dengan patungburung elang yang terletak tepat diatas istana. Tapi tunggu dulu, burung elang ini hanya berupa replika yang menjadi lambang keberanian. Filosofi Patung Burung Elang ini adalah kepakan burung elang menandakan kekuasaan kerajaan yang mengapit berbagai wilayah.

Perasaan kembali ke masa lalu memang sangat terasa jika anda memasuki kompleks istana. Bagaimana tidak, baru masuk saja anda akan disambut dengan meriam-meriam yang dahulunya digunakan sebagai senjata melawan musuh. Pemandangan langsung menghadap Sungai Siak juga menjadi keindahan tersendiri. Seolah sungai ini menjadi penghalang bagi musuh yang akan menyerang kerajaan.

Ketika masuk ke dalam istana, suasana kerajaan akan semakin terasa. Anda akan melihat replika-replika raja dan anggota kerajaan yang tengah bermusyawarah. Tapi hati-hati, tindak tanduk anda disini sangat diawasi.

Bukan oleh CCTV, namun oleh cermin yang jumlahnya mencapai 50 dengan ukuran yang begitu besar. Dahulu cermin-cermin ini digunakan untuk mengawasi bagi mereka yang datang ke kerajaan, selain itu juga dugunakan untuk memantulkan cahaya, sehingga suasana di kerajaan menjadi lebih terang.

Istana Siak Sri Indrapura ini terdiri dari dua lantai. Pada bagian bawah atau lantai 1 dibagi menjadi enam ruangan yang terdiri dari ruang tamu kehormatan, ruang tunggu para tamu, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, dan satu ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan. Ruang Sidang Kerajaan ini pada waktu-waktu tertentu juga digunakan untuk ruang acara atau kegiatan-kegiatan lain. Sementara lantai atas atau lantai 2 terbagi menjadi sembilan ruangan yang berfungsi untuk istirahat Sultan dan para tamu kerajaan.

Interior istana dilengkapi dengan koleksi benda-benda antik yang pastinnya bernilai sejarah. Misalnya kursi meja yang terbuat dari kayu antik, kristal,dan kaca, dan lampu-lampu kristal berwarna-warni bergantungan di plafon istana. Selain itu, terdapat pula pula berbagai bentuk almari dan berjenis-jenis senjata dari besi dan tembaga .

Wisata Sejarah Istana Kerajaan Siak
Aneka koleksi kerajaan Siak yang turun temurun dimiliki kerajaan juga tersusun rapi di dalam dan di luar lemari-lemari kaca. Salah satunya adalah patung perunggu Ratu Wihemina, yang merupakan hadiah dari Kerajaan Belanda. Selain itu terdapat patung pualam Sultan Syarif Hasim I bermata berlian. Satu keunikkan dari sekian banyak barang-barang kerajaan Siak adalah sejenis gramafon raksasa terbuat dari tembaga yang dimainkan menggunakan piring bergaris tengah sekitar 1 meter dari bahan kuningan. Gramofon berbentuk lemari buatan Jerman ini dapat mengeluarkan bunyi-bunyian musik klasik karya Beethoven dan Mozart sesuai piringan yang dimasukkan ke dalam alat gramofon. Keunikan gramofon ini adalah dari jenisnya yaitu gramofon vertikal dimana piringan gramofon berdiri tegak tidak seperti lazimnya gramofon horizontal dengan piringannya mendatar.

Tidak hanya itu, bahkan perkakas kerajaan seperti sendok, piring, gelas-cangkir masih terdapat dalam Istana ini. Belum lagi guci-guci besar yang sangat memesona denan memancarkan warna lukisan khas dari China yang mempercantik pemandangan sudut-sudut ruangan. Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh Kerajaan Siak di masa lalu, pengunjung dapat melihat melalui foto-foto berukuran besar yang terletak di dalam Istana Siak.

Dari semua peninggalan tersebut, satu brankas besar berukuran 0,5 x 1,2 meter akan meningkatkan rasa penasaran anda. Bagaimana tidak, sejak runtuhnya kerajaan Siak Sri Indrapura, brankas ini sama sekali tidak bisa dibuka. Siapa pun saat ini tidak mengetahui isi brankas yang memiliki berat sekitar 300 kilogram tersebut.

Menurut cerita turun temurun, brankas tersebut dibawa sang raja usai menemui Presiden Republik Indonesia di Jakarta, namun ditengah perjalanan brankas tersebut akan dirampas oleh Belanda dan dibuang oleh raja ke sungai dan kemudian ditemukan kembali. Sayang, Brankas yang diperkirakan berisi rahasia sang presiden dan raja tersebut sama sekali tidak bisa dibuka. Padahal sudah beberapa kali didatangkan ahli kunci, dan dilakukan pengeboran.

Peniggalan lain yang juga penuh dengan misteri adalah cermin permaisuri. Mitosnya siapa yang bercermin disana dengan meniatkan sesuatu, niscaya niat tersebut bisa terkabul. Cermin ini dipercaya bisa membuat wajah semakin cerah dan awet muda. Masyarakat di sana mempercayai bahwa cermin permasuri sudah dibacakan zikir-zikir oleh sultan. Dengan kekuatan zikir tersebut, dipercaya dapat mengabulkan setiap niat siapa yang bercermin disana.

Unsur mistik lain terlihat di tangga dari besi berbentuk spiral yang berada tepat sisi kiri dan kanan menuju lantai 2. Tangga dari besi berhiaskan rangkaian motif tersebut terlihat sangat indah. Menurut cerita masyarakat, jumlah anak tangga naik dan turun akan berbeda. Namun menurut beberapa kalangan, hal ini hanya masalah konsentrasi saat perhitungan saja. Masih banyak peninggalan kerajaan yang saat ini masih tersimpan rapi dan kokoh.

Wisatawan tak hanya datang dari Siak saja, namun berasal dari provinsi lain di luar Riau bahkan turis mancanegara. Biasanya kunjungan akan meningkat pada hari-hari libur terutama saat idul fitri, jumlahnya bisa mencapai 14-15 ribu pengunjung.

Istana Siak ini mendapat penjagaan yang cukup intensif dari petugas. Dibeberapa sudut ruangan sudah terpasang kamera cctv untuk mengawasi pengunjung yang datang. Sebanyak 30 petugas bergantian selama 24 jam untuk mengamannkan istana.

Istana Siak Sri Indrapura tercatat dalam Peta Wisata Kabupaten Siak - Tourism Map of Siak Sri Indrapura - Riau - Indonesia

Cara Menuju Lokasi Wisata Sejarah Istana Siak Sri Indrapura
Tidak sulit untuk bisa sampai ke istana ini. Kondisi jalan juga sudah bagus dan terhindar dari kemacetan. Jika ditempuh dari Pekanbaru, maka anda membutuhkan waktu sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan melewati jalur darat.

Selain dari darat, Istana Siak juga bisa ditempuh dengan naik speed boat dari pelabuhan Pelita Pantai Kota Pekanbaru. Lama perjalanan tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan jalur darat, yakni lebih kurang 2 jam perjalanan.

Untuk masuk ke kawasan istana pengunjung akan dikenai tiket masuk. Untuk wisatawan domestik sebesar Rp 5 ribu (dewasa) dan Rp 2 ribu (anak-anak). Sementara wisatawan mancanegara dikenai tiket masuk sebesar Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu masing-masing untuk dewasa dan anak-anak.

Fasilitas dan Akomodasi di Sekitar Istana Siak
Jika berkunjung ke wilayah ini, anda tidak perlu kuatir kemana akan bermalam. Pasalnya di Kabupaten Siak sudah banyak hotel dan penginapan yang dapat membantu istirahat anda. Demikian pula dengan tempat makan, dijamin anda akan ketagihan dengan menu di rumah makan yang ada di Siak.

Pada umumnya rumah makan di sana menyediakan menu masakan khas melayu yang menggoda lidah. Seperti Asam Pedas Ikan Tapah, Gulai Siput, Udang Galah Goreng, hingga Asam Pedas Baung. Anda juga bisa mampir sejenak di kedai-kedai kopi milik warga Tionghoa yang bertebaran di kawasan ini.

Pada saat malam dan sore hari, anda bisa menikmati keindahan lampu-lampu Jembatan Ratu Agung Sultanah Latifah di pinggiran Sungai Siak. Sambil minum es kelapa muda, anda juga bisa ber-wifi ria yang disediakan gratis dari Pemda.

Bagaimana, sudah siap menjajal menjadi raja dan ratu di Istana Siak? Atau ingin mencoba membuka brankas misterius dan berkaca di cermin permasuri? Atau mencoba menghitung anak tangganya? Jangan lupa mampir ke Istana Mutiara Timur ini jika berkunjung ke Provinsi Riau ya...

Artikel terkait :
Wisata Sejarah Istana Siak Sri Indrapura Riau

Yuk lihat reportase oleh teman-teman dari Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru divisi BertuahTV.


[RiauMagz | Wisata Riau | Wisata Siak | Wisata Sejarah]