-->

RIWAYAT SYAID SYARIF USMAN SYAHABUDDIN

makam RIWAYAT SYAID SYARIF USMAN SYAHABUDDIN

Disusun oleh DADANG IRHAM 20 maret 2020
BAGIAN 4

Sampai saat ini di dalam catatan dan penulisan buku sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura nyaris tak tarcatat dan terungkap tentang riwayat dan perjuangan Syaid Usman bagi kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Sumber-sumber perjuangan beliau lebih banyak diketahui dari catatan keluarga dan tutur yang berkembang. Sumber lokal yang tertulis lebih banyak mencatat susur galur keturunan beliau dari pada sejarah dan peranan beliau di kerajaan Siak Sri Indrapura.

Inilah sebabnya, selama ini banyak kalangan masyarakat yang tidak mengetahui dan memahami betapa besarnya jasa beliau dalam perkembangan kemajuan kerajaan Siak Sri Indrapura, yang lebih ditonjolkan oleh para pencatat sejarah lokal hanyalah keutamaan beliau sebagai bangsawan keturunan Arab yang nasab beliau bersambung sampai kepada Syaidina Ali bin Abi Thalib dengan Siti Fatimah binti Muhammmad SAW melalui anak beliau dari jalur Syaidina Husein. Yang mana keturunan dari Syaid Usman ini lah kelak yang menjadi penguasa di Siak, Pelalawan dan Tebing Tinggi.

Peran beliau sangat besar selain sebagai seorang menantu Sultan, beliau juga berperan sebagai seorang Panglima Perang, seorang Diplomat, ada juga yang mengatakan beliau sebagai seorang Mufti Kerajaan. Kalau disimak, kebanyakan catatan mengenai Syaid Usman ini lebih banyak mengaitkan dengan upaya untuk menonjolkan turunan beliau yang menjadi Sultan di Kerajaan Siak, Pelalawan dan Penguasa Tebing Tinggi, usaha ini nampak nya memang diperlukan untuk menonjolkan wibawa turunannya sebagai Sultan yang mana pada zamannnya masih bergelut dengan berbagai permasaalahan keluarga antara turunan Raja Buwang dan turunan Syaid Usman dan Tengku Embung Badariah. Pertentangan keluarga ini terus berlanjut sampai semasa putra Syaid Usman menjadi Sultan Siak dan Pelalawan yang mana puncaknya terjadi dengan direbutnya tahta Siak oleh Tengku Udo Syaid Ali bin Syaid Usman dari tangan Sultan Yahya bin Ismail,yang menyebabkan terusirnya Sultan Yahya meninggalkan tanah Siak menuju Semenanjung dan mangkat di Dungun Trengganu.

Maulana al Habib as Syaid as Syarif Usman Syahabuddin didalam sejarah Siak dikatakan lahir di Tarim Hedra Maut Yaman Selatan. Akan tetapi, dalam sejarah keluarga Jamalullail Perak ada pula mencatat tentang hubungan keluarga As Syahab Siak dengan keluarga Jamalullail Perak lewat perkawinan Syarifah Siti Hitam binti Syaid Abdul Majid Jamalullail dengan Syaid Abdurrahman as Syahab dari Siak dan mempunyai anak yang bernama Syaid Usman Syahabuddin bin Abdurrahman ??. Syarifah Siti Hitam merupakan saudara dari Syaid Jalaluddin Jamalullail atau yang lebih di kenal dengan nama Tok Tambak Pulau Pisang.

Syaid Usman adalah keturunan dari bangsawan Arab, turunan dari bangsa Syaid Alawi asal Hedramaut, dari turunan Syaidina Ali dan Fatimah binti Rasulullah yang ke 30 jika dihitung dari Syaidina Husein Radiallahu Anhu. Adapun nama lengkapnya sampai pada Sayyidina Ali adalah sebagai berikut : SYAID USMAN BIN SYAID ABDURRAHMAN BIN SAID BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN HASAN BIN UMAR BIN HASAN BIN SYECH ALI BIN ABI BAKAR AS SYUKRAN BIN ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD MAULADDULAH BIN ALI BIN ALWI BIN MUHAMMAD FAQIH MUKADDAM BIN ALI BIN MUHAMMAD SYAHIBUL MURBAD BIN ALI KHALLAK KASIM BIN MUHAMMAD BIN SYECH ALWI BIN UBAIDILLAH BIN AHMAD AL MUHAJIR BIN ISA AN NAQIB BIN MUHAMMAD AQN NAQIB BIN ALI AZIDH BIN JA’FAR AS SYADIK BIN MUHAMMAD A. BAKIR BIN ALI ZAINAL BIN HUSEIN BIN SYAIDINA ALI RA DARI BUNDANYA FATIMAH AZ ZAHRA BINTI MUHAMMMAD SAW.

Dalam sejarah Siak, Syaid Usman dikenal sebagai Panglima Besar Kerajaan Siak dimasa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah yaitu Sultan Siak yang ke 4 menggantikan kedudukan panglima besar yang disandang oleh Tengku Muhammad Ali yang kembali memegang jabatan Yam Tuan Muda pada tahun 1763. Selain itu beliau juga dikenal sebagai seorang ulama yang berperan mengembangkan Syiar agama Islam di Kerajaan Siak dan seorang Penasehat Sultan yang disegani diluar kapasitasnya sebagai menantu Sultan Alamuddin Syah.

Perkawinan Syaid Usman dengan anak Raja Alam yang bernama Tengku Embung Badariah memiliki arti penting bagi sejarah Kesultanan Siak kerena ini akan menjadi tonggak awal munculnya pemerintahan Kesultanan Siak berketurunan Arab dari Dinasty Syaid Usman dimulai dari Sultan Siak yang ke 7 hingga sampai pada Sultan Siak yang terakhir yaitu Sultan Syarif Kasim II.

Perkawinan Syaid Usman dengan Tengku Embung Badariah ini terjadi sekitar tahun 1771/81. Dari perkawinan ini Beliau mempunyai beberapa anak antara lain Tengku Awi (Tengku Tuah), Tengku Putih (Tengku Long Putih), Tengku Hitam (Tengku Tengah), Tengku Udo Syaid Ali (Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin), Tengku Syarif Abdurrahman (Tengku Besar Kerajaan Pelalawan/Raja Pelalawan), dan Tengku Tusu Said Ahmad (Panglima Besar Yang Dipertuan Muda Tebing Tinggi).

Syaid Usman Syahabuddin tewas dalam sebuah perperangan di Cinta Malai (Langkat) Sumatra Utara dan dimakamkan di sana. Pada waktu Anakndanya Syaid Ali berkuasa menjadi Sultan Siak jenajah beliau dipindahkan ke Senapelan dan di semayamkan di samping makam istrinya di dalam Komplek Makam Marhum Pekan saat ini dan di beri gelar Marhum Barat.

Catatan :

Bersambung ke bagian tulisan lainnya : mengenai 6 (enam) makam utama dalam Komplek Makam Marhum Pekan tersebut dirinci dalam tulisan berikut ini :

  1. Makam Sultan Siak IV Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah
  2. Makam Sultan Siak V Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazam Syah
  3. Makam Syaid Syarif Usman Syahabuddin
  4. Makam Sultanah Khadijah / Daeng Tijah / Tengku Puan binti Daeng Perani
  5. Makam Tengku Embung Badariah binti Tengku Alam
  6. Makam Syaid Zen Al Jufri alias Tengku Pangeran Kesuma Dilaga


RiauMagz, Sejarah Riau, Sejarah Siak, Sejarah Pekanbaru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel