-->

Celoteh Yong Dolah, Stand Up Comedy Melayu Riau

Yong Dolah cukup populer di kalangan masyarakat Riau, apalagi di wilayah pesisir seperti Bengkalis. Yong Dolah terkenal sebagai seorang pria yang suka bercerita. Banyak cerita-cerita yang beliau sampaikan kepada masyarakat. Dahulu Yong Dolah selalu menceritakan kisah-kisahnya saat dia sedang duduk di kedai kopi atau berkumpul dengan anak-anak.

Walaupun kadang cerita yang disampaikan oleh pria ini tidak masuk akal, namun orang yang mendengarpun tetap menikmati cerita tersebut. Salah satu kisah singkat yang diceritakan oleh Yong Dolah adalah kisah ketika dia diminta untuk mengambil buah kelapa.

Emak nyuruh Yong ambil kelapa. Yong pun manjatlah ke atas pokok kelapa. Dah dapat 4 butir kelapa. Yong nak turun, tapi Yong takut. Yong tenampak tangga dekat dapur. Yong ambil tangga, lalu Yong pun turun lah.

Kemahsyuran nama dan kisah Yong Dolah ini nampaknya menginspirasi Tengku Zulkarnain. Seorang PNS di Dinas Pariwisata Kab. Siak, Riau. Ia mencoba mengemas sosok Yong Dolah menjadi karakter dalam satu pertunjukan lawak Stand Up Comedy. Penampilannya pun tak tanggung-tanggung. Mengenakan kain sarung, kaos oblong putih, dan kopiah (peci) hitam lusuh mirip seperti penampilan orang tua-tua di kampung-kampung.

Dengan logat Melayu yang kental, Zulkarnain yang menyebut dirinya sebagai Yong, menceritakan tentang pengalamannya menikah sampai 4 kali. Cerita yang sangat memasyarakat, ditambah dengan mimik wajahnya saat menyampaikan cerita tersebut membuat gelak tawa menggema di ruangan Taman Budaya Riau malam itu. Penampilan Zulkarnain dalam Stand Up Comedy Yong Dolah ini adalah bagian dari acara pelantikan Pengda PaSKI Riau periode 2011-2014.

Kepada Riau Magazine, Zulkarnain menceritakan awal mula ketertarikannya untuk mengangkat sosok Yong Dolah dalam seni pertunjukan lawak. Menurutnya, dengan mengangkat sosok Yong Dolah ini, maka akan mampu menjaga salah satu cerita rakyat yang selama ini berkembang di Riau ini tetap lestari.

"Kalau Yong Dolah yang dulu berceloteh kan di kedai-kedai kopi. Tidak semua masyarakat bisa mendengar ceritanya. Kalau sudah di panggung pertunjukan, maka akan semakin banyak yang kenal Yong Dolah." Demikian alasan Zulkarnain.

Dalam menyampaikan ceritanya, Zulkarnain mencoba mengangkat hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Kemudian cerita dan pengalaman yang ditemuinya itu diolahnya menjadi sebuah naskah Yong Dolah.

“Kalau ada dapat cerita, saya catat. Saya simpan dulu untuk suatu saat saya tuang dalam naskah yang akan saya tampilkan.” Ujar Zulkarnain dengan logat Melayunya yang kental.

Zulkarnain telah menekuni profesinya sebagai seorang Yong Dolah semenjak tahun 2006. Saat itu, dia bersama beberapa orang temannya mendirikan sanggar teater bernama Pengat Production di Siak. Selain tampil solo sebagai Yong Dolah, Zulkarnain juga beberapa kali menampilkan sosok ini dalam naskah cerita teater.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel