Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dari Konsep Biologi menuju Pemikiran Filosofis

A. Identitas Buku

Buku yang diresensi:
Judul : Biologi untuk SMA/MA Kelas XI
Penulis : Rini Solihat, Eris Rustandi, Wandi Herpiandi, dan Zamzam Nursani
Penerbit : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Tahun Terbit : 2022
Jumlah Halaman : 312 halaman
ISBN : 978-602-427-893-9
Landasan filosofis resensi:
Firdaus, L. N. (2025). Filsafat Pendidikan Biologi: Dasar Filosofis, Epistemologis, dan Aplikatif dalam Pendidikan Biologi. Deepublish, Yogyakarta.

B. Sinopsis Buku

Buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XI membahas berbagai aspek kehidupan, mulai dari sel, proses pengaturan pada tumbuhan, transpor dan pertukaran zat pada manusia, sistem pertahanan tubuh, sistem gerak, hormon reproduksi, hingga pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Materi disajikan secara sistematis melalui penjelasan konsep, peta konsep, pertanyaan pemantik, kegiatan penyelidikan, pengayaan, refleksi, dan uji kompetensi. Susunan tersebut membantu peserta didik memahami konsep biologi sekaligus menghubungkannya dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari.

Ditinjau dari perspektif filsafat pendidikan biologi, buku ini dapat dianalisis melalui tiga dimensi, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi berkaitan dengan hakikat kehidupan yang dipelajari melalui struktur, fungsi, dan hubungan antarkomponen makhluk hidup. Epistemologi membahas cara memperoleh dan menguji pengetahuan melalui pengamatan, penyelidikan, serta penalaran berdasarkan bukti. Sementara itu, aksiologi berkaitan dengan manfaat dan nilai penggunaan pengetahuan biologi bagi manusia dan lingkungan.

Filsafat pendidikan biologi dapat dipahami sebagai kajian reflektif mengenai hakikat ilmu biologi, cara memperoleh dan menguji pengetahuan biologis, serta nilai dan tujuan pengetahuan tersebut dalam proses pendidikan. Dalam kerangka ini, pembelajaran biologi tidak cukup diarahkan pada penguasaan fakta dan istilah ilmiah, tetapi juga perlu mendorong peserta didik untuk mempertanyakan dasar suatu pengetahuan, menilai bukti, dan memahami implikasi penerapannya. Perspektif ini digunakan dalam resensi sebagai kerangka analisis yang sejalan dengan ruang lingkup buku Filsafat Pendidikan Biologi: Dasar Filosofis, Epistemologis, dan Aplikatif dalam Pendidikan Biologi karya L. N. Firdaus (2025). Dengan demikian, pembahasan tentang sel, sistem organ, pertumbuhan, dan perkembangan dapat dilihat bukan sekadar sebagai kumpulan konsep, melainkan sebagai bagian dari upaya memahami kehidupan melalui penalaran ilmiah dan pertimbangan nilai.

C. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan buku

Kelebihan buku ini terletak pada penyajian materi yang sistematis dan kontekstual. Penjelasan konsep dilengkapi kegiatan yang mendorong peserta didik menghubungkan pengetahuan dengan fenomena nyata. Contohnya terdapat pada Bab 3 tentang Proses Pengaturan pada Tumbuhan, yang mengajak peserta didik menelaah respons tanaman terhadap cekaman kekeringan berdasarkan informasi penelitian. Materi ini memberikan peluang untuk memahami hubungan antara fisiologi tumbuhan dan kondisi lingkungan. Dari sudut pandang epistemologis, kegiatan tersebut dapat digunakan untuk melatih peserta didik menilai informasi dan menyusun penjelasan berdasarkan bukti.

Bab 4 tentang Transpor dan Pertukaran Zat pada Manusia juga menghubungkan konsep biologis dengan persoalan kesehatan, termasuk pembahasan mengenai COVID-19 dan keterlibatan berbagai organ. Selanjutnya, Bab 5 tentang Sistem Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit membantu peserta didik memahami peran sistem imun dalam menghadapi penyakit. Contoh tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan biologi dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena yang dekat dengan kehidupan manusia.

Secara filosofis, kekuatan buku ini dapat dilihat dari ketiga dimensi. Secara ontologis, materi membantu peserta didik memahami struktur dan proses kehidupan. Secara epistemologis, kegiatan penyelidikan membuka peluang untuk mengembangkan penalaran berbasis bukti. Secara aksiologis, materi tentang kesehatan dan lingkungan dapat mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga kehidupan serta menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, buku ini berpotensi mendukung pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis.

Kekurangan buku

Meskipun materi dan aktivitasnya beragam, pembahasan buku lebih berfokus pada konsep dan proses biologis daripada persoalan filosofis secara eksplisit. Pertanyaan mengenai bagaimana kebenaran ilmiah dinilai, apa keterbatasan pengetahuan, dan bagaimana pertimbangan etis digunakan dalam penerapan ilmu belum menjadi fokus utama. Misalnya, pembahasan sistem pertahanan tubuh dapat diperkaya dengan diskusi mengenai tanggung jawab dalam pencegahan penyakit, sedangkan materi respons tumbuhan terhadap kekeringan dapat dikaitkan dengan pengelolaan lingkungan.

Keterbatasan tersebut bukan berarti buku tidak sesuai sebagai sumber pembelajaran. Sebaliknya, hal itu menunjukkan peluang bagi guru untuk menambahkan diskusi, analisis kasus, dan pertanyaan reflektif. Dengan demikian, peserta didik dapat memahami konsep sekaligus mempertimbangkan manfaat, keterbatasan, dan tanggung jawab dalam penerapan pengetahuan biologis

D. Manfaat Buku untuk Pembaca

Bagi peserta didik kelas XI, buku ini dapat menjadi sumber untuk memahami konsep biologi secara terstruktur dan menghubungkannya dengan fenomena sehari-hari. Kegiatan penyelidikan juga berpotensi mengembangkan keterampilan mengamati, menganalisis informasi, dan menyusun penjelasan ilmiah. Bagi guru, buku ini dapat dijadikan dasar untuk merancang pembelajaran yang memadukan penguasaan konsep, kegiatan penyelidikan, dan diskusi kontekstual.

Bagi mahasiswa pendidikan biologi, buku ini dapat menjadi objek kajian untuk menilai hubungan antara materi, proses memperoleh pengetahuan, dan tujuan pendidikan. Perspektif filsafat pendidikan biologi membantu mahasiswa menelaah bagaimana pembelajaran dapat membangun pemahaman tentang kehidupan, kemampuan mengevaluasi bukti, serta kesadaran terhadap manfaat dan konsekuensi penerapan ilmu. Dengan demikian, buku teks dapat dinilai bukan hanya dari kelengkapan materinya, tetapi juga dari peluangnya dalam mengembangkan sikap ilmiah dan tanggung jawab moral.

E. Kesimpulan dan Rekomendasi

Buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XI merupakan sumber pembelajaran yang menyajikan materi secara sistematis dan menyediakan aktivitas kontekstual untuk mendukung pemahaman konsep serta penalaran ilmiah. Melalui perspektif filsafat pendidikan biologi, karya L. N. Firdaus (2025) buku ini dapat ditelaah dari dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Ketiga dimensi tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran biologi berpotensi membantu peserta didik memahami hakikat kehidupan, menilai pengetahuan berdasarkan bukti, dan mempertimbangkan manfaat ilmu bagi manusia serta lingkungan.

Buku ini direkomendasikan bagi peserta didik, guru, dan mahasiswa pendidikan biologi. Untuk memperkuat dimensi filosofisnya, guru dapat menambahkan diskusi berbasis bukti, analisis kasus, dan pertanyaan reflektif yang berkaitan dengan persoalan kesehatan, lingkungan, dan etika penerapan ilmu. Dengan demikian, pembelajaran biologi tidak berhenti pada hafalan konsep, tetapi juga mendorong peserta didik menjadi pribadi yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.

Penulis :
Bau' Febrianti Laisa (Mahasiswa Program Magister Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Riau)