Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Filsafat Pendidikan Biologi: Resensi Kritis Memahami Ilmu dan Kehidupan

Identitas Buku
Sumber Resensi:
Judul : Biologi Kelas X (Fase E)
Penulis : Tiur Elseria Tambun, Dwi Apriani, dan Margaretha Puri Astusi
Penerbit : Yayasan Tarakanita
Tahun Terbit : 2023
Jumlah Halaman : 139 halaman
Sumber Referensi Utama:
Firdaus, L. N. (2025). Filsafat Pendidikan Biologi: Dasar filosofis, epistemologis, dan aplikatif dalam pendidikan biologi. Deepublish. Yogyakarta.

Sinopsis Buku

Buku Biologi Kelas X (Fase E) merupakan bahan ajar elektronik yang disusun berdasarkan Kurikulum Merdeka. Buku ini mencakup empat bab utama, yaitu virus, keanekaragaman hayati, komponen ekosistem dan interaksinya, serta perubahan lingkungan. Penyajiannya dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, peta konsep, apersepsi, aktivitas kelompok, tugas mandiri, dan uji kompetensi (Tambun dkk., 2023).

Ditinjau melalui filsafat pendidikan biologi, buku ini dapat dipahami bukan sekadar sebagai kumpulan informasi mengenai makhluk hidup, melainkan sebagai sarana pembentukan pengetahuan ilmiah. Materi virus, misalnya, mengajak peserta didik memahami struktur, reproduksi, serta peranan virus bagi kehidupan. Sementara itu, materi keanekaragaman hayati dan ekosistem memperlihatkan keterkaitan organisme dengan lingkungan. Materi perubahan lingkungan juga membuka ruang bagi peserta didik untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap keberlangsungan kehidupan.

Dari perspektif ontologi, buku ini mengarahkan peserta didik mengenali hakikat objek kajian biologi, mulai dari virus dan organisme hingga ekosistem. Dari perspektif epistemologi, kegiatan diskusi, pengamatan, penelaahan pustaka, dan penyusunan model memberikan kesempatan untuk memahami bagaimana pengetahuan diperoleh dan diuji. Adapun perspektif aksiologi terlihat pada tujuan pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk menciptakan solusi terhadap persoalan kehidupan dan lingkungan.

Kerangka tersebut sejalan dengan tema dasar filosofis, epistemologis, dan aplikatif dalam pendidikan biologi yang menjadi fokus buku L. N. Firdaus (2025). Dengan demikian, buku ajar ini dapat ditelaah berdasarkan hubungan antara hakikat kehidupan yang dipelajari, proses pembentukan pengetahuan, dan manfaat pengetahuan bagi manusia.

Kelebihan Buku

Kelebihan pertama terletak pada penyajian pembelajaran yang menghubungkan konsep dengan fenomena nyata. Apersepsi tentang pandemi COVID-19 pada bab virus, misalnya, mengaitkan materi dengan pengalaman kehidupan peserta didik. Secara filosofis, pendekatan ini membantu menghubungkan pengetahuan konseptual dengan realitas empiris sehingga biologi tidak dipelajari secara terpisah dari kehidupan.

Kedua, buku menyediakan aktivitas yang mendorong keterlibatan peserta didik, seperti membuat model bakteriofag, berdiskusi mengenai reproduksi virus, dan mengkaji keanekaragaman hayati. Dari sisi epistemologi, kegiatan tersebut berpotensi mengembangkan kemampuan mengamati, mengajukan pertanyaan, menyusun penjelasan, dan mengomunikasikan hasil pemikiran. Peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk membangun pemahaman melalui proses belajar.

Ketiga, buku menghubungkan pembelajaran biologi dengan pembentukan sikap dan tanggung jawab. Capaian pembelajarannya menekankan kemampuan bernalar kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong, dan menyelesaikan masalah. Hal ini menunjukkan dimensi aksiologis pendidikan biologi, yaitu bahwa pengetahuan memiliki nilai ketika digunakan untuk memahami dan memperbaiki kehidupan.

Kekurangan Buku

Salah satu keterbatasan buku adalah perlunya pendalaman terhadap proses pembentukan pengetahuan ilmiah. Aktivitas dan pertanyaan yang tersedia akan lebih bermakna apabila peserta didik tidak hanya diminta menemukan jawaban, tetapi juga mengevaluasi bukti, membandingkan penjelasan, dan mengkritisi kesimpulan. Dalam perspektif epistemologi, kebenaran ilmiah perlu dipahami melalui bukti dan metode yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar diterima sebagai informasi dari buku.

Selain itu, buku masih memerlukan sumber pendamping untuk memperluas pembahasan mengenai perkembangan ilmu biologi dan persoalan lingkungan kontemporer. Guru perlu memastikan bahwa informasi tambahan berasal dari sumber ilmiah yang dapat dipercaya. Kegiatan praktikum dan proyek juga perlu disesuaikan dengan fasilitas sekolah agar kesempatan memperoleh pengalaman ilmiah tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat.

Dari sisi aksiologi, nilai kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya pemahaman konsep. Materi perubahan lingkungan, misalnya, dapat dikembangkan menjadi kegiatan pengamatan pencemaran di sekitar sekolah atau penyusunan solusi terhadap persoalan sampah. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi berkembang menjadi tanggung jawab etis terhadap kehidupan.

Penilaian tersebut merupakan analisis kritis berdasarkan struktur dan aktivitas buku, bukan pernyataan bahwa seluruh materi di dalamnya memiliki kesalahan atau kekurangan konsep.

Manfaat Buku untuk Pembaca

Buku ini bermanfaat bagi peserta didik kelas X sebagai sumber untuk memahami konsep dasar biologi dan melatih keterampilan proses sains. Bagi guru, buku dapat menjadi acuan untuk merancang pembelajaran yang menggabungkan pemahaman konsep, kegiatan penyelidikan, diskusi, dan pemecahan masalah.

Bagi mahasiswa pendidikan biologi, buku ini juga dapat dijadikan objek kajian dalam filsafat pendidikan biologi. Melalui pendekatan ontologi, mahasiswa dapat menganalisis objek dan hakikat kehidupan yang disajikan. Melalui epistemologi, mahasiswa dapat menilai bagaimana kegiatan belajar membantu peserta didik memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti. Melalui aksiologi, mahasiswa dapat mengevaluasi bagaimana materi biologi diarahkan pada pembentukan sikap ilmiah, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial.

Perspektif filsafat pendidikan biologi sebagaimana tercermin dalam tema karya Firdaus (2025) membantu pembaca melihat bahwa kualitas buku ajar tidak cukup dinilai berdasarkan kelengkapan materi dan tampilannya. Buku juga perlu dinilai berdasarkan kemampuannya mengembangkan cara berpikir ilmiah, memberikan makna terhadap pengetahuan, serta menghubungkan ilmu dengan kehidupan.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Buku Biologi Kelas X (Fase E) karya Tambun, Apriani, dan Astusi merupakan bahan ajar yang menyajikan konsep dasar biologi melalui materi virus, keanekaragaman hayati, ekosistem, dan perubahan lingkungan. Kelebihannya terletak pada hubungan materi dengan fenomena nyata, variasi aktivitas pembelajaran, serta perhatian terhadap keterampilan proses sains dan pembentukan karakter. Namun, pemanfaatannya perlu dilengkapi dengan pendalaman bukti ilmiah, sumber mutakhir, dan kegiatan kontekstual yang mendorong penerapan pengetahuan.

Berdasarkan perspektif filsafat pendidikan biologi, buku ini dapat dinilai melalui tiga pertanyaan mendasar: apa hakikat kehidupan yang dipelajari, bagaimana pengetahuan tentang kehidupan diperoleh, dan untuk apa pengetahuan tersebut digunakan? Ketiga pertanyaan tersebut menempatkan buku ajar bukan hanya sebagai sumber informasi, melainkan sebagai sarana pembentukan pemahaman, penalaran, dan tanggung jawab.

Buku ini direkomendasikan bagi peserta didik dan guru sebagai sumber pembelajaran dasar, serta bagi mahasiswa pendidikan biologi sebagai bahan analisis kritis terhadap buku teks. Dengan pendampingan guru dan pengayaan sumber ilmiah, buku ini berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih bermakna.

Pada akhirnya, biologi bukan sekadar hafalan. Pendidikan biologi seharusnya mengantarkan peserta didik untuk memahami kehidupan secara ilmiah, mempertanyakan pengetahuan secara kritis, dan menggunakan pemahamannya secara bertanggung jawab.

Penulis: Ninis Anisa (Mahasiswa Program Magister Pendidikan Biologi, FKIP UNRI)