Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Riau yang Kaya Flora Fauna

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT)

RiauMagz.com - Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) merupakan kawasan hutan tropis dataran rendah yang ada di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu. Lokasinya berbatasan dengan Provinsi Jambi. Taman ini memiliki luas 144.223 hektar yang sebagian besar wilayahnya perbukitan yang berjajar rapi di bagian timur Sumatera.

Kementrian Kehutanan RI telah menetapkan kawasan TNBT sebagai taman konservasi bagi flora dan fauna yang beraneka ragam. Selain sebagai taman konservasi flora dan fauna, TNBT juga berfungsi sebagai pengendali hidrologi untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Indragiri dan Batanghari di Provinsi Jambi.

Kekayaan Flora dan Fauna

TNBT terbilang kaya dengan flora dan fauna. Di dalam hutan ini terdapat sedikitnya 660 spesies tumbuhan, 246 di antaranya merupakan spesies obat-obatan yang sering dimanfaatkan oleh warga sekitar. 550 spesies yang ada di taman ini merupakan spesies yang sudah langka dan dilindungi, di antaranya jernang (daemonorops draco), pohon nibung(oncosperma tigilarium), getah merah (palaguyum sopi), cendawan muka rimau (rafflessia hasselti), jelutung(dyeracosculata), dan sebagainya.

Di taman ini tumbuh nibung berumpun, tegak lurus dengan ketinggiannya mencapai 20 hingga 30 meter. Pohon ini memiliki makna sendiri bagi orang Riau, yakni melambangkan semangat persatuan dan persaudaraan. Maka, pohon ini pun dijadikan salah satu mascot provinsi Riau.

Untuk fauna, sedikitnya terdapat 59 spesies mamalia. Di antaranya harimau sumatra (patheratigris sumatraensis), macan dahan (neofelix nebulasa), gajah sumatra (elephus maximus), tapir melayu (tapirus indicus), siamang (hylobates sydactylus), kera jambul (presbytis melalophus), lutung (presbytis cristata), dan sebagainya. Ada pula beberapa jenis burung di antaranya burung rangkong perut (antharacoceros convexus), burung raja udang, burung serindit (loriculus galgolus), elang (spizateus nanus), dan sebagainya.

Keindahan Alam TNBT

Mengungjungi kawasan TNBT ini tidak hanya untuk menikmati keindahan hutan alami yang hijau terbentang. Di kawasan ini para pengunjung juga bisa menikmati pemandangan air terjun, sungai-sungai pemandian dengan batu-batu dan air yang mengalir. Udara yang sejuk membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati kesegaran suasana. Selain itu, ada juga menara yang digunakan untuk meneropong burung di lokasi hutan.

Rute jalan masuk ke kawasan hutan ini akan lebih mudah ditempuh menggunakan kendaraan roda dua. Ini yang menjadi salah satu keterbatasan lokasi wisata tersebut. Padahal bila akses jalan mendukung, keberadaan TNBT akan sangat membantu perkembangan pariwisata setempat. Bahkan karena kondisi jalan yang sulit tersebut, banyak warga di Indragiri Hulu sendiri yang tidak tau keberadaan lokasi destinasi pariwisata TNBT.

Uniknya lagi, kawasan TNBT merupakan kawasan hutan yang dihuni oleh suku asli pedalaman Talang Mamak. Saat pertama masuk ke gerbang hutan ini, di kanan kiri jalanan pengunjung bisa melihat rumah-rumah asli suku Talang Mamak dengan pakaian-pakaian mereka yang minim. Suku Talang Mamak sangat arif dalam menjaga hutan. Mereka tau kapan dan batas pemakaian sumber daya alam yang ada di dalam hutan. Kebijakan pelestarian hutan diwariskan dari satu generasi ke generasi sehingga kehidupan hutan lebih lestari dan terjaga.

Jangan lupa membawa kamera terbaik untuk menjelajah hutan ini karena Anda bisa menemukan banyak spot-spot alam yang indah di lokasi taman nasional tersebut.

Cara Menuju ke Lokasi Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Akses menuju ke lokasi TNBT bisa ditempuh melalui jalan darat. Dari pusat Kota Pekanbaru, Anda bisa menaiki kendaraan pribadi menuju ke Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu. Atau bisa juga menggunakan travel dengan rute Pekanbaru-Rengat. Gerbang masuk TNBT terletak sebelum kawasan kantor Bupati Indragiri Hulu, atau sebelum simpang empat tugu patin Pematang Rebah. Bila dari arah Kota Pekanbaru, gerbang tersebut berada di tepi jalan lintas Timur Pekanbaru-Jambi, tepatnya di sebelah kanan. Lama waktu perjalanan normal dari Kota Pekanbaru menuju ke gerbang TNBT yang berada di tepi jalan raya ini sekitar 5 jam.

Setelah sampai di gerbang TNBT, buat Anda yang sulit masuk dengan kendaraan roda empat, Anda bisa menyewa sepeda motor milik warga. Biasanya sewa motor sekitar 100ribu rupiah per 2 jam. Kendaraan ini lebih memungkinkan dinaiki dengan leluasa di area jalan yang agak sulit, terutama jika musim hujan.

Di dalam kawasan hutan ini terdapat akomodasi seadanya seperti toilet, mushala, parkir dan kantin. Jika ingin lebih aman, Anda bisa membawa makanan sendiri dari luar. Untuk pengunjung yang ingin menginap, lokasi penginapan bisa ditemukan di luar gerbang hutan, yakni di sekitar simpang empat tugu patin, di sana terdapat penginapan sekelas hotel melati dengan tarif 300 ribuan rupiah per malam. Sekitar 15 menit dari simpang empat ini juga, Anda bisa berkunjung ke Kota Rengat, ibu kota Indragiri Hulu yang juga memiliki banyak tempat wisata.

Tiket masuk untuk wisatawan lokal berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2014 Tanggal 14 Februari 2014 sekitar 5 hingga 10 ribu rupiah di luar parkir dan aktivitas tambahan lain seperti kemah, berfoto dan sebagainya. Sementara untuk WNA tarifnya mulai dari 150ribu per orang.


Tiger Protection Unit Suaka Margasatwa Rimbang Baling
BertuahTv


RiauMagz, Wisata Riau, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Riau.