Wisata Kebun Kelapa Guntung, Indragiri Hilir

Wisata Kebun Kelapa Guntung, Indragiri Hilir

RiauMagz.com - Kabupaten Indragiri Hilir secara administrasi memiliki luas 1.367.551 hektar. Dari jumlah tersebut, sekitar 55,09% adalah kawasan perkebunan, yakni seluas 753.450 hektar. Dari angka tersebut, sebanyak 429.110 hektar merupakan kawasan perkebunan kelapa. Tersebar di 20 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Angka yang cukup fantastis ini membuat Inhil sempat dikenal sebagai perkebunan kelapa terbesar di dunia.

Salah satu daerah pusat industri kelapa yang terkenal di Indragiri Hilir adalah Sungai Guntung. Sebuah perusahaan besar sudah berdiri di sana sejak tahun 1983, yakni Perusahaan PT. Pulau Sambu (Guntung). Perusahaan ini dikenal menghasilkan kara kelapa terbesar di dunia, sebelum akhirnya perkebunan kelapa di daerah Indragiri Hilir banyak yang mengalami kerusakan. Perusahaan ini juga memiliki cabang di beberapa tempat lain seperti Kuala Enok. Ribuan ton buah kelapa diolah setiap harinya menjadi kara kelapa segar yang diekspor ke luar negeri.

Pesona Wisata Kebun Kelapa Guntung
Kebun kelapa yang terbentang di daerah Guntung yang dikelola langsung oleh PT. Pulau Sumbu tidak hanya sebagai sumber matapencaharian ekonomi warga setempat, tetapi sekilas pemandangan hijau perkebunan ini juga sangat menarik untuk dijadikan sebagai tempat destinasi wisata, terutama bagi warga dari luar Indragiri Hilir.

Deretan pohon kelapa yang ditanam ribuan hektar menjadi pemandangan menarik untuk dikunjungi. Apalagi jika Anda berkunjung di musim panen. Anda bisa menyaksikan perahu-perahu sederhana yang berlayar di tengah sungai kecil di antara kebun-kebun kelapa untuk mengangkat kopra yang sudah dikait. Kopra merupakan sebutan untuk buah kelapa yang sudah dikupas. Kelapa-kelapa ini dibawa ke pabrik untuk diolah menjadi kara yang siap diekspor ke luar negeri.

Bila berkunjung ke Guntung, jangan lupa juga menyempatkan kunjungan ilmiah ke perusahaan PT. Pulau Sumbu. Di sini Anda bisa menyaksikan langsung bagaimana proses pembuata santan kara yang banyak beredar di pasaran. Sekaligus tahu, mana sih produk kara kelapa buatan asli perusahaan di Riau. Produk ini banyak dijual ke luar negara seperti ke Singapura dan negara-negara Asia lainnya.

Meskipun menarik untuk dijadikan lokasi wisata ilmiah, medan untuk sampai ke daerah ini cukup sulit dan jauh, apalagi jika ditempuh dari pusat Kota pekanbaru. Bila ingin melakukan penelitian, riset atau tujuan-tujuan keilmuan lainnya, sangat cocok berkunjung ke kebun kelapa Guntung, Indragiri Hilir.

Masalah Perkebunan Kelapa di Indragiri Hilir
Sempat menjadi pusat perkebunan kelapa terbesar di dunia, ternyata bukan berarti perkebunan kelapa di Inhil bebas masalah. Salah satu masalah yang paling signifikan dari perkebunan kelapa adalah harga kelapa perbutir yang masih rendah. Meskipun saat ini sudah ada beberapa perusahaan penampung yang berdiri di Inhil, ternyata tak membuat harga jual kelapa menjadi lebih mahal. Harga per butir di petani hanya seribuan rupiah saja.

Selain masalah harga, kondisi perkebunan kelapa di Inhil juga sering mengalami masalah alam yang disebut adanya serangan hama kumbang tanduk. Pohon kelapa di perkebunan yang sudah terkena hama ini biasanya daunnya akan kuning dan buahnya pun akan berkurang.

Selain itu, masalah lain di perkebunan kelapa Indragiri Hilir adalah inklusi air laut. Pada saat pasang, air laut akan naik dan masuk ke parit-parit kawasan kebun kelapa. Dan saat pasang surut, air laut tersebut tertinggal dalam genangan, meresap dalam tanah dan memberikan efek buruk bagi pohon kelapa yang sehat. Pohon kelapa yang sudah mengalami inklusi ini buahnya akan kecil-kecil, bahkan bisa tidak berbuah sama sekali.

Pada tahun 2015, dilaporkan sebanyak 93.633 hektar perkebunan kelapa di Inhil mengalami kerusakan akibat hal-hal di atas. Harga kelapa yang semakin tidak stabil menambah masalah yang serius bagi masyarakat setempat.

Cara Menuju ke Kebun Kelapa Guntung, Indragiri Hilir
Bila ingin menuju ke kawasan kebun kelapa yang ada di Sungai Guntung, Anda harus melakukan perjalanan lebih dulu menuju ke Tembilahan. Bila dari Pekanbaru, Anda bisa menggunakan transportasi darat berupa travel selama 8 jam perjalanan. Dari Tembilahan, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan air seperti pompong, speedboat atau marina.

Sungai Guntung merupakan daerah yang dihuni masyarakat Melayu. Untuk melakukan aktivitas mobile di tempat ini, kendaraan yang bisa dipakai hanyalah kendaraan roda dua. Sebab jalanan yang tersedia pun sangat sempit, hanya 3-4 meter saja luasnya. Tidak ada mobil di pulau tersebut, hanya ada ambulance yang sering dipakai orang dalam kondisi darurat.

Walaupun transportasinya sederhana, tetapi kuliner di daerah ini cukup banyak yang berkesan dan pantas Anda cicipi. Suasana pulau dan daerah pesisir pun akan begitu terasa. Anda bisa menikmati suasana liburan yang berbeda dan tak biasa di tempat ini. Berkunjung melihat hamparan kebun kelapa yang hijau menjadi kesan suasana perjalanan yang tak terlupakan.

Festival Kelapa Internasional 2017
Pict by @Ar_yudha
Vid by @riaumagz
Audio : Bandar Serai Orchestra


RiauMagz, Wisata Riau