Tour Halal, Wisata Muslim dan Wisata Religius, Apa Bedanya?

logo wisata halal

RiauMagz.com - Di tengah maraknya trend wisata halal di beberapa negara dunia, muncul berbagai definisi istilah yang kadang dimaknai salah oleh banyak orang. Wisata halal sendiri saat ini sudah mulai banyak dikembangkan oleh berbagai negara, termasuk negara yang bukan muslim sekalipun. Hongkong, Korea Selatan, Jepang dan Spanyol misalnya, negara-negara ini memiliki destinasi wisata halal yang terus dikembangkan.

Bila Anda mendengar istilah tour halal, wisata muslim hingga wisata religius, ketiganya memiliki makna yang berbeda. Jangan sampai salah mendefinisikannya karena sangat terkait dengan lokasi dan destinasi tujuan.

Apa itu Tour Halal?
Roslan Othman yang merupakan Direktur Tourism Malaysia Jakarta menyebutkan, yang dimaksud dengan Tour Halal adalah destinasi wisata yang dikondisikan nyaman untuk wisatawan muslim. Jaminan kehalalan berbagai aspek wisatawan terpenuhi seperti makanan halal, sajian wisata yang halal, hotel dan berbagai hal lainnya yang halal dan aman bagi wisatawan.

Penyediaan tour halal ini bisa dilakukan oleh semua negara, meskipun bukan negara muslim. Jenis tour inilah yang saat ini dikembangkan di Malaysia, Indonesia dan negara-negara lainnya yang memiliki keberagaman agama. Bahkan yang ada di Hongkong, Korea Selatan, Jepang juga mengusung konsep tour halal untuk wisatawan muslim.

Berdasarkan peringkat Global Muslim Travel Index (GMTI), saat ini Malaysia menduduki peringkat pertama sebagai destinasi wisata yang paling ramah dikunjungi wisatawan muslim. Di tahun 2019, Indonesia memiliki target untuk menggeser posisi Malaysia sehingga menduduk posisi puncak sebagai negara dengan destinasi wisata paling ramah untuk wisatawan muslim.

Apa itu Wisata Muslim?
Istilah lain yang sering kita dengan dalam dunia wisata halal adalah wisata muslim. Istilah ini yang sebenarnya banyak dipakai oleh penyedia travel umroh wisata untuk menarik minat para jamaahnya.

Roslan Othman mendefinisikan istilah wisata muslim sebagai kunjungan wisata ke negara-negara atau kawasan yang memiliki jejak keislaman cukup kuat. Misalnya berwisata ke Arab Saudi melihat jejak-jejak Rasulullah, perjuangan para sahabat dan sebagainya. Atau berwisata ke Turki untuk melihat kejayaan Khilafah Turki Ustmani di masa lampau. Termasuk mengunjungi Masjidil Aqsha yang ada di Palestina.

Jadi secara objek cukup berbeda dengan tour halal. Dan biasanya lokasi wisata muslim ini juga merupakan negara-negara Islam yang memiliki sejarah kejayaan Islam di masa lampau. Wisata seperti ini banyak ditawarkan para penyedia jasa travel umroh dan haji. Biasanya paket yang ditawarkan sedikit lebih mahal karena adanya perjalanan wisata muslim ke berbagai negara yang dikunjungi.

Apa itu Wisata Religius?
Istilah wisata religius sebenarnya sudah cukup sering kita dengar. Sebelum tren wisata halal muncul, istilah ini juga sudah cukup populer di Indonesia. Roslan Othman menyebutkan definisi wisata ini sebagai suatu objek wisata yang bernilai religius meskipun lokasinya tidak harus di negara-negara Islam seperti Timur Tengah.

Sebagai contoh misalnya di Indonesia ada wisata ke makam sunan. Di sini para wisatawan menjalankan aktivitas religius tetapi lokasinya bukan di negara Islam. Roslan Othman menyebutkan, di Malaysia lebih banyak ditemukan tour halal bukan wisata religius. Ia menyebutkan negaranya memiliki sedikit saja wisata religius. Indonesia dinilai memiliki lebih banyak destinasi wisata religius yang populer dan banyak dikunjungi para wisatawan.

Melihat ketiga definisi di atas, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan destinasi tour halal dan wisata religius sekaligus. Jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim akan mempermudah pengembangan konsep kedua bentuk wisata halal tersebut. Tentunya harus dengan sosialisasi dan kerjasama yang baik antara pihak pemerintah dan perangkat-perangkat wisata yang ada.

Indonesia memiliki banyak lokasi destinasi wisata halal yang menarik minat turis mancanegara. Di antaranya seperti Sumatera Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau dan sebagainya. Dengan konsep wisata yang menjamin kehalalan semua fasilitas, akomodasi, dan konsep wisata yang ditampilkan akan membuat banyak wisata muslim nyaman berkunjung ke Indonesia. Apalagi kuliner Indonesia yang sangat lezat rasanya, akan memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan asing.
Bukan hanya wisatawan muslim yang nyaman menikmati konsep wisata halal ini, wisatawan non muslim pun akan mendapatkan manfaat dari penyajian konsep wisata seperti ini.


Wisata Siak Sri Indrapura - Riau

RiauMagz, Wisata Riau, Wisata Halal, Tour Halal, Wisata Muslim dan Wisata Religius.