Potensi Wisata Halal Indonesia dan Dunia

Potensi Wisata Halal Indonesia dan Dunia

RiauMagz.com - Pengembangan Pariwisata Halal Nasional 2019 Sektor pariwisata memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk pembangunan nasional. Alasan ini membuat pemerintah kini mulai serius menggarap sektor pariwisata karena dipandang memiliki peran yang cukup besar dibandingkan sektor lain.

Didasarkan pada data yang disajikan oleh WTTC tahun 2016 dan World Bank 2016, sektor pariwisata memberikan sumbangan sebanyak 10% terhadap Produk Nasional Bruto (PDB). Angka ini tertinggi di ASEAN sekaligus mengungguli sektor lain seperti agrikultur, pertambangan, manufactur, penambangan dan sebagainya. Devisa pariwisata tercatat sebesar 1 juta dollar AS.

Melirik Potensi Wisata Halal Dunia
Dalam sektor pariwisata, Indonesia saat ini memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan wisata halal di tingkat nasional. Tahun 2019 Indonesia memiliki target untuk duduk di peringkat pertama Global Muslim Travel Index (GMTI).

Secara internasional, potensi dari wisata halal ini juga cukup besar. Berdasarkan data dari Thomson Reuters-State of the Global Islamic Economy, sepanjang tahun 2017 nilai total perjalanan wisatawan muslim dunia sebesar 177 miliar dolar AS. Selanjutnya pada tahun 2023 diprediksi akan terus meningkat menjadi 274 miliar dolar AS. Angka ini terbilang sangat besar dan menjanjikan untuk diraih.

Selain itu, Thomson Reuters-State of the Global Islamic Economy juga mencatat daftar negara dengan potensi belanja perjalanan wisata terbesar di dunia, di antaranya adalah:
  1. Saudi Arabia sebesar 21 miliar dolar AS,
  2. UAE sebesar 16miliar,
  3. Qatar sebesar 13miliar dolar AS,
  4. Kuwait sebesar 10miliar dolar AS,
  5. Indonesia sebesar 10miliar dolar AS,
  6. Iran sebesar 8miliar dolar AS,
  7. Malaysia sebesar 7miliar,
  8. Rusia sebesar 7miliar dolar AS,
  9. Turki sebesar 6 miliar dolar AS, dan
  10. Nigeria sebesar 6 miliar dolar AS.

Data di atas menempatkan negara-negara muslim dunia menjadi negara dengan potensi wisatawan yang sangat besar. Oleh karena itulah pengembangan wisata halal di dunia saat ini sedang marak dijalankan. Bahkan wisata ini bukan hanya dikembangkan oleh negara-negara muslim saja, negara-negara seperti Jepang, Korea, Hongkong juga mengembangkan wisata halal untuk menarik turis datang ke negaranya.

Arab Saudi dan Oman bahkan telah menetapkan visi misi negaranya di tahun 2030 yang menetapkan pariwisata sebagai sektor pendukung yang signifikan untuk membangun perekonomian negaranya. Arab Saudi ingin para muslim di seluruh dunia yang datang ke negaranya bukan hanya untuk menunaikan ibadah haji dan umroh, tetapi juga melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat wisata sejarah di negara tersebut. Sejak tahun 2008, Arab Saudi telah mengalokasikan anggaran sebesar 64 miliar dolar AS untuk penguatan infrastruktur dan tempat-tempat hiburan.

Sementara Kementerian Pariwisata Oman juga tak mau ketinggalan. Pembangunan hotel terus digalakkan di negara tersebut. Untuk mancapai target jumlah wisatawan sebanyak 11,5 juta pengunjung Oman membutuhkan kamar baru sebanyak 80.000 hingga tahun 2040.
Sementara Kuwait pula sedang mempersiapkan sebuah pusat perbelanjaan di tepi laut dengan total biaya senilai 824 juta dolar AS. Kawasan ini mencakup mall, taman, hotel bintang lima dan pusat-pusat hiburan.

Pengembangan Sektor Pariwisata Halal Nasional
Pew Research Center Demographics Projections mencatat jumlah penduduk muslim Indonesia sebesar 225,25 juta jiwa. Jumlah yang sangat signifikan di atas mengharuskan Indonesia harus terlibat aktif dalam pengembangan sektor pariwisata, dan khususnya saat ini yang sedang trend di dunia adalah pariwisata halal.

Langkah strategis yang bisa dilakukan pemerintah untuk pengembangan sektor pariwisata halal di antaranya meliputi 3 aspek, yakni:
  1. Attraction
    Pemerintah harus mampu memunculkan destinasi wisata halal dalam negeri yang memang dikelola sesuai standar GMTI. Dilakukan pemetaan terhadap potensi wisata, misalnya wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan sebagainya yang sesuai dengan kriteria wisata halal. Objek wisata yang menarik akan membuat pilihan wisatawan dunia tertuju kepada Indonesia.
  2. Accessibility
    Akses juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan para pengelola wisata halal di Indonesia. Dan poin ini menjadi salah satu kriteria penilaian dari GMTI dalam menetapkan peringkat wisata halal dunia.
  3. Akses yang mudah, ramah dan kondusif dengan traveller muslim akan membuat orang senang berkunjung, sebaliknya akses yang tidak nyaman untuk muslim, sulit dijangkau akan membuat para wisatawan berpikir ulang berkunjung ke suatu destinasi wisata. Termasuk juga tersedianya fasilitas yang nyaman untuk beribadah, penginapan yang sesuai dengan syarat syariah, makanan halal yang tersedia dan sebagainya.
  4. Amenities
    Pemerintah perlu membuat dukungan dalam bentuk regulasi terkait wisata halal, upaya sosialisasi, standarisasi hingga sertifikasi yang menjadi bukti nyata kehalalan. Dalam hal ini tentunya membutuhkan keseriusan pemerintah dalam menggandeng pihak-pihak terkait termasuk para pengelola wisata di lapangan.

Promosi juga penting dilakukan bukan hanya secara nasional tapi juga hingga ke level internasional. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan pariwisata dunia harus lebih sering dilakukan dengan terus diiringi dengan pembangunan semua aspek wisata halal di dalam negeri.

Pengembangan industri pariwisata juga harus dilakukan berbasis teknologi. Hal ini dapat membantu meningkatkan daya saing pariwisata dalam negeri dengan negara-negara lain di dunia yang sudah menerapkan teknologi yang canggih.

Pembangunan pariwisata halal di tingkat atas juga harus dibarengi dengan upaya sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat setempat, agar mereka paham tentang maksud dan nilai menjanjikan dari aspek pariwisata halal tersebut. Sebab tak bisa dipungkiri, masyarakat yang belum paham tentang hal ini akan menjadi salah satu faktor penghambat pengembangan pariwisata halal di Indonesia.


Mesjid sebagai salah satu destinasi wisata halal

RiauMagz, Wisata Riau, Wisata Halal.