Cara Mengambil Madu Sialang Secara Tradisional Maupun Modern

Cara Mengambil Madu Sialang Secara Tradisional Maupun Modern

RiauMagz.com - Buat kamu yang rutin mengkonsumsi madu sebagai minuman kesehatan, ada baiknya mengetahui bagaimana sih cara memanen madu sialang itu dari pohonnya. Jika kamu tahu bagaimana sulitnya para petani madu mengumpulkan dan memproses satu botol madu, mungkin kamu nggak akan tega menawar harganya. Dengan resiko keselamatan yang tinggi, para petani madu mengumpulkan madu-madu melalui proses yang panjang dan cukup lama. Setelah itu barulah didapatkan madu dengan kualitas terbaik.

Dalam tradisi lokal memanen madu dikenal istilah menumbai. Namun rupanya saat ini banyak orang yang tak lagi menggunakan cara tradisional ini sebagai efisiensi tenaga dan menyangkut keamanan para pemanen madu. Saat ini sudah digunakan cara-cara modern yang lebih cepat dan tetap menjaga kualitas madu yang dihasilkan. Secara umum, cara panen madu sialang dibagi dua, yakni secara modern dan tradisional.

Panen Madu Sialang Secara Modern
Perbedaan mendasar cara memanen madu secara modern dan tradisional adalah, pada cara modern ini tak lagi menggunakan upacara ritual mistik sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menggunakan cara tradisional. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait cara panen madu sialang secara modern:
  1. Tanpa menggunakan ritual adat ketua suku untuk memanggil dan mengusir mambang yang ada di pohon sialang. Ritual yang digunakan lebih disederhanakan.
  2. Panen dilakukan oleh para petani madu yang tergabung dalam satu kelompok tani.
  3. Panen menggunakan peralatan pelindung berupa pakaian tebal, topi khusus (sebo) yang aman dari sengatan lebah.
  4. Lebah tak harus dibakar dulu, dalam kondisi badan tertutup pakaian dan topi pelindung, para pemanen madu bisa langsung memanjat dan mengambil sarang lebah.
  5. Panen madu bisa dilakukan oleh siapa saja, tak harus mereka yang memiliki kekuatan khusus secara mistis. Asalkan memiliki keberanian dan keahlian memanjat, berani berhadapan langsung dengan lebah dengan pakaian yang sudah digunakan.

Cara Mengambil Madu Sialang Secara Tradisional Maupun Modern

Cara memanen madu secara modern cukup mudah. Biasanya beberapa para petani madu akan berangkat menuju pohon sialang pada siang hari. Perlengkapan yang dibawa berupa pakaian khusus yang tebal dilengkapi dengan topi khusus, pisau, ember, sarung tangan dan tali. Para petani dalam keadaan fisik yang kuat berpakaian lengkap, lalu mengikat ember menggunakan tali pada bagian pinggangnya. Para petani pun memanjat pohon sialang. Dalam satu pohon bisa terdapat puluhan hingga ratusan sarang lebah yang akan diambil.

Selanjutnya, para petani langsung memotong sarang lebah yang akan dipanen. Sarang tersebut dimasukkan ke dalam ember, lalu dengan menggunakan tali, ember berisi sarang lebah diturunkan. Petani yang berada di bawah bertugas membersihkan sarang, memasukkannya dalam plastik dan menyimpannya dalam ember besar. Setelah seluruh sarang selesai dipotong, petani pun turun tanpa membunuh lebah-lebah tersebut sehingga binatang tersebut bisa membuat sarang dan menghasilkan madu lagi.

Petani yang memanen madu dari sarang lebah dengan teknik memanen madu yang modern juga menerapkan prinsip panen lestari. Dalam hal ini, Panen Lestari adalah metode atau teknik memanen madu dengan memotong sarang lebah sebagian dengan meninggalkan sebagian sarang lebah yang menempel di pohon tanpa menghabiskan seluruh sarang lebah tersebut. Ini sangat berguna agar lebah yang bersarang dapat melanjutkan pembuatan sarangnya tersebut sehingga beberapa waktu kemudian akan dapat dipanen lagi oleh petani madu.

Madu segar yang masih mengandung air sebanyak 24% tersebut lalu ditiriskan dari sarangnya. Madu dibiarkan keluar sendiri dari sarang tanpa diperas. Cara mendapatkan madu ini lebih baik dibandingkan dengan cara diperas. Madu diiris tipis, lalu diletakkan pada saringan atau wadah yang berlubang sehingga madu dapat menetes/meniris di wadah bagian bawahnya yang menampung madu hasil tirisan. Cara ini akan menghasilkan madu yang lebih bersih dan bebas dari lilin sarang lebah.

Pengolahan ini dilakukan secara modern oleh pihak kelompok tani madu yang mulai memproduksi madu secara modern. Madu yang sudah ditiriskan tersebut dimasukkan ke dalam alat/wadah khusus untuk menampung dan mengurangi kadar airnya hingga 18-19%. Dengan kadar air yang rendah ini diharapkan madu akan lebih tahan lama saat disimpan. Madu ini selanjutnya didiamkan lagi satu malam hingga hilang kandungan zat lilin yang ada di dalamnya. Barulah setelah itu dipacking dengan hati-hati agar tidak terbentuk gelembung udara di dalamnya. Madu hutan sialang Riau asal Kampar menjadi madu terbaik se Sumatera dan terbaik ke 3 se Indonesia. Madu ini bahkan telah menembus pasar luar negeri, yakni Swedia melalui sebuah merk terkenal.

Panen Madu Sialang Cara Tradisional
Cara memanen madu sialang yang cukup terkenal adalah dilakukan secara tradisional melalui tradisi menumbai madu sialang. Tradisi ini dilakukan di malam hari oleh masyarakat tradisional di daerah Pelalawan. Berbeda dengan cara modern, sebelum proses pengambilan madu dilakukan, biasanya pimpinan suku atau pemimpin kelompok panen madu yang diberi nama Juragan Tuo akan lebih dulu melakukan ritual untuk mengusir mambang (jin atau makhluk halus) maupun hewan pengganggu yang ada di dalam pohon. Masyarakat tradisional percaya bahwa kehadiran mambang yang ada di pohon dapat menghambat proses panen madu. Maka dilakukan lah upacara untuk meminta izin pada mambang yang mendiami pohon sialang.

Cara Mengambil Madu Sialang Secara Tradisional Maupun Modern

Proses pengambilan madu yang dilakukan hampir sama, hanya saja pada cara tradisional ini tidak menggunakan alat pelindung khusus. Biasanya lebah diusir dengan menyalakan asap dari bara api dari Tunam yaitu obor yang terbuat dari kulit kayu yang dibawa ke atas oleh Tukang Panjat sehingga sebagian lebah bisa pingsan atau menghindar. Cara tradisional ini juga lebih beresiko karena dilakukan di malam hari, di dalam hutan dan tanpa menggunakan alat pengaman.

Para pemanen madu lebah sialang secara tradisional ketika memanjat pohon menggunakan Semangkat yaitu tangga yang telah disiapkan pada siang hari. Semangkat ini tidak menggunakan paku tetapi tali plastik, rotan maupun akar pohon. Semangkat ini sangat berguna ketika pohon sialangnya tegak lurus, atau apalagi pada saat kondisi hujan, pohon akan menjadi licin sehingga resiko terjatuh akan lebih besar.

Cara Mengambil Madu Sialang Secara Tradisional Maupun Modern

Hal lain yang membedakan cara memanen madu sialang secara tradisional dan modern adalah, jika cara modern para petani madu berdoa sebelum memanjat dan mempersiapkan fisik yang lebih kuat, maka pada cara tradisional ini masih menggunakan mantra-mantra pengusir mambang atau hantu yang diduga mendiami pohon sialang tersebut. Mantra-mantra diucapkan sebagai cara meminta izin lebih dulu sebelum melakukan pengambilan madu.

Meskipun demikian, panen madu sialang secara tradisional ini telah menjadi warisan budaya tak benda Provinsi Riau sebagai salah satu kekayaan tradisi yang ada di daerah Riau. Tradisi ini dinilai memiliki keunikan karena merupakan ritual yang dilakukan oleh suku-suku yang ada di daerah Riau. Meskipun untuk kebutuhan produksi yang lebih tinggi dibutuhkan cara-cara panen secara modern yang lebih cepat dengan produksi tinggi, namun menumbai yang dilakukan oleh suku tertentu di Riau juga menjadi budaya tradisi yang tetap dilindungi.

Silahkan baca selengkapnya Cara Menumbai yang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Provinsi Riau pada artikel berikut : Menumbai Madu Sialang Pelalawan - Riau

Foto dan Video :
BertuahTv dari Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru
Dinas Kebudayaan Provinsi Riau

Memanen dan Menumbai Madu Sialang Pelalawan Riau






[RiauMagz | Wisata Riau | Raw Honey Harvest ]