Tips Memotret di Tempat Wisata yang Ramai ataupun Sepi

Tips Memotret di Tempat Wisata

RiauMagz.com - Pernahkah sobat wisata mengalami momen ketika sampai di suatu tempat wisata, merasa hasil fotonya jelek, padahal view maupun tempat yang dipilih sudah bagus. Menurut Barry Kusuma, sebenarnya, kesalahan umum yang sering terjadi adalah soal pemilihan waktu, komposisi, momen serta pemakaian kamera.

“Ada banyak sekali faktor yang membuat hasil foto itu bagus, memang bagus bagi setiap orang berbeda. Tetapi saya bisa bilang bagus dari 10 orang yang melihat 8 atau 9 orang yang melihat akan bilang foto itu sedap dipandang. Saya akan coba jelaskan satu persatu soal waktu, komposisi, momen serta pemakaian kamera secara baik dan benar”.

Sobat wisata,tentu mau dong untuk belajar dari seorang Barry Kusuma bagaimana tips untuk menghasilkan travel photos yang kekinian dan keren untuk diposting di sosial media? Ada beberapa kesalahan traveler atau turis yang kadang adalah karena hal sepele.

Apa saja sih perbedaan professional fotografer memotret dengan sobat wisata yang mungkin saja masih dikategorikan sebagai orang awam.

“Nih saya kasih komparasi perbandingan bagaimana professional fotografer memotret agar hasilnya maksimal, dan buat fotografer newbie supaya bisa memotret sama bagusnya dengan fotografer profesional”.

Simak saja tips kreatif memotret di tempat wisata dibawah ini yang bisa dicontoh dari Barry Kusuma pemilik akun instagram dengan followers 59.4K.

  1. KOMPOSISI
    Komposisi foto yang enak dan sedap dipandang itu harus sering dilatih, semakin sering berlatih akan terbiasa mata kita untuk mengambil komposisi yang juga pas. Bagaimana sih melatih agar komposisi didalam foto kita bisa bagus? Jawabnya memang harus sering berlatih serta banyak melihat foto yang bagus.

    Jadi ungkapan “practice makes perfect” itu adalah benar adanya. Ketika sering berlatih dan hunting, secara otomatis feeling dan instinct juga akan terlatih, sehingga mampu memberikan sentuhan karakter personal sobat wisata kedalam komposisi foto tersebut.

    Tahukah kamu? dengan melihat foto-foto karya photographer lain akan membuat kita bisa melatih komposisi, dan membuat konsep yang baik. Intinya adalah banyaklah berlatih karena didalam fotografi itu istilah guru terbaik tetaplah sesuai dengan pribahasa “Practice makes perfect”.

  2. WAKTU
    Kunci dalam membuat foto bagus adalah waktu, berapa lamanya sobat wisata berada disuatu tempat akan mempengaruhi hasil yang dibuat. Kadang sobat wisata pasti suka heran dengan karya mereka yang berasal dari Fotografer National Geographic atau bidang jurnalistik Word Press. Para fotographer ini bisa menghasilkan foto “Mahakarya” yang sangat menyentuh dan sobat wisata bisa memandang foto tersebut dalam waktu yang lama karena saking bagusnya.

    Perbedaan Travel Fotografer dengan Photographer seperti Natgeo adalah mereka bisa ditempat tersebut berbulan-bulan lamanya. Semakin lama sobat wisata berada disuatu tempat, akan semakin banyak yang mungkin bisa ‘ditangkap’ dan bisa menghasilkan foto-foto yang mendunia. Kenyataannya, seorang photographer membutuhkan waktu yang lama hingga berbulan-bulan untuk mendapatkan satu objek yang diinginkan. Lebih lama sobat wisata memiliki spend waktu, maka hasil foto pun akan semakin bagus pula.

    Bila memiliki waktu sedikit maka Anda jangan berharap mendapatkan foto yang bagus. itulah yang membedakan fotografer seperti National Geographic bisa dapat banyak momen yang tak terduga.

    Catatan :
    Tips Memotret di Tempat Wisata yang Penuh Keramaian adalah dengan datang pada waktu low season. Hindari musim liburan. Bersabar. Tahan malu tapi malu-maluin.

    Ketika Kerumuman Tak Kunjung Hilang juga, maka memotret dengan sudut pandang lebar akan lebih baik. Atau gunakan trik berikut ini :
    • Pasangkan kamera Anda pada tripod, lalu ambillah foto sebanyak-banyaknya misalnya 20-25 dengan posisi kamera yang tetap pada tripod. Interval antar foto usahakan dan perhatikan adanya peluang untuk mendapatkan ruang kosong yang terbebas dari pengunjung.
    • Pindahkan foto Anda ke komputer
    • Buka adobe photoshop
    • Pilih File -> scripts -> statistics
    • Pilihlah “Median”
    • pilih fotonya melalui “browse”
    • lalu klik OK

  3. MOMEN
    Sebenarnya ini ada sedikit salah pemahaman tentang bagaimana seorang travellers dan fotografer datang ke suatu tempat berbeda. Maksudnya begini, seorang fotografer itu biasanya datang ke suatu destinasi pada saat cuaca cerah, atau musim kemarau. Nah musim cerah dan kemarau itu biasanya datang ketika high season, pada saat semua tiket dll jadi mahal. Tetapi saat inilah saat yang terbaik untuk memotret karena cuaca cerah, sedangkan banyak travellers yang saya temui mereka traveling itu biasanya pada saat musim promo.

    Bener gak? Dan biasanya saat tiket promo itu berada di low season, cuaca kurang mendukung dan lain-lain. Nah perbedaan inilah yang membuat perbedaan besar hasil memotret. Jadi, kalau mau memotret bagus datanglah pada saat musim kemarau dan kering, dimana langit biru dan cuaca juga mendukung.

    Dijamin memotret pakai kamera smartphone pun juga hasilnya bakal bagus. Sering sekali saya dikomplen sama teman ataupun travellers lainnya, mereka merasa tertipu ketika melihat foto saya bagus dan ketika mereka kesana ternyata tidak sesuai dengan harapan alias ternyata pas difoto engga bagus bagus amat hehehe.

  4. KAMERA
    Tips yang terakhir adalah soal pemakaian kamera. Faktor ini sangat menentukan hasil foto yang baik saat sobat wisata melakukan travelling.

    “Sekarang saya tanya, seberapa banyak sih buat anda yang membeli kamera terus membaca detail buku manualnya?”

    Sobat wisata jangan terlalu berharap untuk mendapatkan foto yang baik ketika memakai kamera dengan tidak memahami fungsinya dengan baik dan benar.

    “Kelemahan sebagian besar orang Indonesia tuh menurut saya kurang membaca. Banyak bertanya tanpa membaca terlebih dahulu, nah ini kalau tidak memahami kamera yang kita punya. bagaimana kita bisa memotret maksimal kalau tidak membaca manual book”.

    Barry Kusuma memberikan encourage kepada sobat wisata, harus banyak membaca dan berlatih, dijamin engga lama bakal bisa motret foto liburan yang bagus dan mungkin gak kalah sama yang professional photographer.

Selamat liburan dan berkarya.

Indonesia itu ibarat sekotak coklat yang punya banyak beragam rasa, ada rasa vanila, dark, susu, kacang dan lain lain. Walaupun rasa coklat itu berbeda beda, tetapi semua coklat punya rasa yang enak.
Begitulah.
- Bary Kusuma -

Sumber :
Majalah Pesona Tourism and Lifestyle
Oktober - Desember 2017
Biro Hukum dan Komunikasi Publik
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
[RiauMagz | Tips Memotret | Tips Fotografi | Tips Wisata | Wisata Indonesia ]