Muara Takus, Candi Terbesar Di Sumatera

Muara Takus, Candi Terbesar Di Sumatera

RiauMagz.com - Provinsi Riau tidak kalah dengan provinsi lain di indonesia yang memiliki banyak tujuan wisata. Jika di Yogyakarta memiliki Candi Borobudur, maka Provinsi Riau juga memiliki candi yang sangat bernilai sejarah yakni Candi Muara Takus.

Muara Takus merupakan Candi Buddha yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Di Riau, candi ini memang menjadi satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi. Bahkan Muara Takus merupakan candi terbesar di wilayah Sumatera

Namun para pakar sejarah belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini mulai berdiri. Ada yang mengatakan candi dibangun pada abad keempat, ketujuh dan kesembilan. Keberadaannya menjadi bukti jika Agama Buddha pernah berkembang di wilayah ini pada masa silam.

Sehingga mereka menyimpulkan, jika Muara Takus merupakan peninggalan Kerajaan Sri Wijaya, atau peninggalan Agama Buddha yang datang dari india karena bentuknya mirip dengan candi acoka yang ada di india.

Muara Takus terlihat unik karena stupa candi yang memiliki bentuk tidak lazim seperti candi Buddha pada umumnya. Dinding-dinding muara takus tidak memiliki relief sama sekali. Pada dinding tersebut hanya menggambarkan seni bangunan bertingkat dari bata dengan irama timbul tenggelam. Jika dilihat dari strukturnya, candi ini terbuat dari batu sungai, batu bata pasir, tanah dan dipugar.

Komplek candi dikelilingi dindin dengan luas 74x74 meter dengan benteng tanah dengan ukuran 15 x 15 m. Pada bagian dalam, terdapat beberapa candi dantaranya candi tua, candi bungsu, mahligai stupa, dan palangka. Pada bagian dalam ini juga ditemukan gundukan yang dipercaya sebagai tempat kremasi pembakaran manusia.

Gugusan candi muara takus terdiri dari empat bangunan candi, serta enam bangunan. Yaitu Bangunan I, Bangunan II, Bangunan III, Bangunan IV, Bangunan V Dan Bangunan VI, pagar keliling dan tanggul kuno (arden wall).

Bangunan I berupa onggokan tanah dengan dua lobang, diperkirakan sebagain tempat pembakaran mayat. Satu lobang untuk memasukkan mayat dan yang lain untuk mengeluarkan abunya.

Bangunan II merupakan bekas pondasi bangunan yang terbuat dari batu pasir berbentuk persegi empat. Hingga saat ini belum diketahui apa sebenarnya bangunan itu serta fungsinya.

Bangunan III berada diluar pagar keliling, sekitar 135 m dari candi mahligai. Bangunan yang dipagari oleh batu bata ini berbentuk segi empat dengan ukuran 3 m x 2.4 m. Sekitar 298 m sebelah barat laut candi mahligai terdapat Bangunan IV yang berupa gundukan tanah. Tahun 1993 dilakukan penggalian dan ditemukan didalamnya susunan batu bata.

Baca juga artikel kami tentang Muara Takus :
Penelitian-penelitian Sejarah Terhadap Candi Muara Takus
Penetapan Candi Muara Takus sebagai Kawasan Cagar Budaya

Tidak hanya itu saja, di kompleks ini Anda juga akan menemukan fragmen arca singa, fragmen arca gajah pada puncak Candi Mahligai, Inskripsi Mantra, Pahatan Vajra, Gulungan Daun Emas dengan permukaan ukiran berpahat mantra dan Gambar Vajra.

Berdasarkan cerita masyarakat sekitar, nama Muara Takus merupakan gabungan antara bahasa Indonesia dan China. Muara merupakan tempat dimana anak sungai mengakhiri alirannya ke laut, sedangkan ‘Takus’ berasal dari kata “Ta” yang berarti besar, “Ku” artinya tua dan “Se” yang berarti candi.

Sehingga jika digabungkan maknanya menjadi candi tua besar atau megah di muara sungai. Dengan adanya aliran sungai besar tersebut air dengan mudah didapat untuk keperluan dari upacara ritual di sekitar candi.

Akses Menuju Candi Muara Takus
Untuk sampai ke Candi Muara Takus tidak sulit. Situs ini berjarak kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru dan bisa dicapai sekitar 3 jam perjalanan. Letaknya yang juga di tepi sungai Kampar Kanan dapat dicapai dengan mudah dari jalan lintas Riau – Sumatera Barat yang hanya berjarak sekitar 20 km.

Fasilitas di Sekitar Candi Muara Takus
Tidak perlu khawatir kalau anda jika ingin berlibur di Candi Muara Takus, karena diarea candi sudah banyak terdapat rumah makan, kios penjual makanan ringan, dan kios souvenir. Candi Muara Takus akan ramai dikunjungi pada saat tertentu misalnya pada akhir pekan, maupun hari libur nasional. Nah sekarang tidak ragu untuk datang ke Riau dan menikmati wisatanya.

[RiauMgaz | Wisata Riau | Wisata Kampar]