Wisata Agro Kebun Kopi Luwak Kabupaten Meranti

Wisata Agro Kebun Kopi Luwak Kabupaten Meranti Kopi CUrah

Wisata Agro Kebun Kopi Luwak
Bila ingin merasakan kopi luwak yang lezat, datanglah ke Kepulauan Meranti. Tepatnya di Kecamatan Rangsang, Desa Kedabu Rapat. Di sebuah pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Meranti ini, ternyata terdapat sebuah wisata agro yang membanggakan Riau pada umumnya, dan Kepulauan Meranti secara khusus. Seorang petani kopi luwak bernama Nyoto, telah berhasil memperkenalkan kopi luwak terbaik di Indonesia jenis liberika. Sebenarnya, banyak daerah di Indonesia yang juga mengembangkan jenis kopi luwak, diantaranya Jambi, Aceh dan Wonosobo. Akan tetapi, berdasarkan penelitian yang dilakukan para peniliti asal IPB (Institute Pertanian Bogor), jenis yang dikembangkan oleh Nyoto tersebut memiliki cita rasa paling baik.

Bahkan dikatakan, kopi luwak olahan Nyoto tersebut menjadi satu-satunya jenis kopi luwak liberika di Indonesia. Dengan keistimewaan ini, harga kopi Nyoto yang hanya dipatok 1 juta rupiah per kilogramnya masih terbilang murah. Dan sejauh ini, pemasaran dari kopi luwak tersebut pun masih terbilang terbatas. Orderan tetap setiap bulannya hanya datang dari pengelola pusat oleh-oleh yang ada di Pekanbaru, dengan jumlah di bawah 10 kg per bulan.

Kopi Liberika atau Kopi Liberoid merupakan jenis kopi yang berasal dari Liberia di Afrika Barat. Kopi beraroma buah-buahan in kadang sebagian orang merasakan aroma sayur-sayuran. Dibawa ke Meranti melalui Malaysia untuk menggantikan jenis Kopi Arabika yang terserang penyakit. Pohon Kopi Liberika dapat berbuah seanjang tahun dengan daun, cabang, bunga, buah dan pohon lebih besar dibandingkan jenis pohon kopi Arabika dan Robusta.

Jenis Kopi Liberika menjadi Kopi Unggulan dari Provini Riau dan terus digaungkan "Kopi Liberika Riau Menyapa Dunia". Jenis Pohon Kopi Liberika ini merupakan jenis pohon yang dapat tumbuh di tanah gambut.

Wisata Agro Kebun Kopi Luwak Kabupaten Meranti kopi curah

Apa yang Bisa Anda Saksikan di Kebun Kopi Luwak Meranti?
Jika Anda pecinta kopi sejati, rasanya sangat pantas mengunjungi bagaimana seorang Nyoto petani kopi dalam menghasilkan kopi luwaknya. Di perkebunan yang ia kelola, Nyoto memiliki 8 ekor luwak yang ditangkar di kandang belakang rumah. Seperti kita ketahui, kopi luwak merupakan kopi yang sudah mengalami fermentasi di dalam pencernaan musang kelapa (Luwak), lalu kopi tersebut dikeluarkan melalui kotoran luwak tersebut.

Luwak-luwak yang ada di dalam kandang akan diberi kopi. Biasanya luwak akan memilh kopi dengan tingkat kematangan 90%. Dengan demikian kopi yang dihasilkan adalah jenis kopi terbaik. Untuk 1 ekor luwak yang ada di kandang, biasanya hanya menghasilkan 1 ons kopi per hari. Berbeda dengan luwak liar, dalam sehari bisa menghasilkan hingga hampir setengah kilo kopi. Proses ini bisa Anda saksikan secara langsung jika mengunjungi kebun wisata agro kopi luwak yang dikelola Nyoto di Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti.

Atas usahanya tersebut, Nyoto mendapatkan penghargaan sekaligus diminta mewakili Indonesia pada ajang "12th China-Asean Expo (Caexpo)" di Guangxi International Convention and Exhibition Center Nanning, Cina. Di sini para pemilik produk yang dipamerkan akan berkesempatan membangun kerjasama dengan para penanam modal di level internasional. Dan kopi luwak asal Meranti memiliki peluang yang cukup bagus untuk dikembangkan sebagai sajian kopi bertaraf internasional yang dicari di tingkat dunia.

Selain kopi luwak, di Kepulauan Meranti juga dikenal kopi meranti dengan ampas hitam yang khas. Untuk jenis kopi ini, sudah bisa Anda pesan dan nikmati saat berada di pusat Kota Selatpanjang. Kopi meranti menjadi salah satu jenis minuman istimewa di kedai-kedai kopi yang ada di pusat kota Selatpanjang. Jenis kopi ini juga sudah banyak ditawarkan ke negara jiran seperti Malaysia dan Singapura. Salah satu kendala usaha kopi di daerah ini adalah soal pemasaran yang belum begitu baik. Sehingga biji kopi pilihan di daerah ini belum begitu dikenal di banyak tempat. Namun demikian, keistimewaan kebun kopi di Meranti sudah menjadi bahan penelitian dari berbagai ilmuan pertanian di Indonesia. Salah satunya adalah kopi luwak Pak Nyoto yang sudah diakui oleh para peneliti asal IPB.

Cara Menuju ke Kebun Agro Wisata Kebun Kopi Luwak
Untuk bisa sampai ke Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Anda harus melakukan perjalanan menuju Selatpanjang lebih dulu. Bisa ditempuh dari Pekanbaru, Dumai ataupun Bengkalis. Semuanya harus melalui jalur perairan. Dari Pekanbaru, lama perjalanan kurang lebih 4 jam dengan rute air-darat-air. Dimulai dari Pelabuhan Sungai Duku menuju ke Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang. Bisa juga menggunakan travel menuju ke Buton, lalu dari Buton naik kapal menuju Selatpanjang.

Untuk Dumai dan Bengkalis, bisa ditempuh melalui pelabuhan setempat dengan menggunakan kapal menuju pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang. Saat berdiri di tepi pelabuhan Selatpanjang, Pulau Rangsang terbentang hijau dengan dibatasi air selat berwarna kecoklatan. Untuk sampai ke sana, Anda bisa menyewa kapal kecil dengan waktu dan tarif yang sudah ditentukan. Jika ingin berkunjung, perhatikan jam kapal yang ada karena tidak bisa melakukan perjalanan setiap waktu, harus mengikuti jadwal kapal berlayar.

[RiauMagz | Wisata Riau | Wisata Meranti | Wisata Kopi | Kopi Luwak]