Pesona Wisata Tasik Nambus di Meranti

Pesona Wisata Tasik Nambus di Meranti

Pesona Wisata Tasik Nambus di Meranti
Kepulauan Meranti dikenal memiliki pesona wisata alam pesisir yang cukup prospek untuk terus dikembangkan. Salah satunya yang masuk dalam peta wisata Riau adalah Tasik Nambus. Tasik atau danau Nambus terletak di Desa Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Sekitar 15 km dari pusat Kota Selatpanjang sebagai ibukota Kepulauan Meranti. Meskipun jaraknya yang tak terlalu jauh, namun akses jalan menuju lokasi tasik masih cukup sulit. Hal inilah yang membuat para pengunjung kurang tertarik mendatangi objek wisata perairan yang tersuruk di Kepulauan Meranti tersebut.

Silahkan simak Peta Wisata Kabupaten Meranti - Tourism Map of Meranti - Riau - Indonesia

Tasik Nambus merupakan objek wisata air berupa danau dengan luas kurang lebih 10.000 meter persegi. Warna air sedikit hitam bening dan dingin. Dikelilingi pohon-pohon rindang yang teduh, diantaranya pohon meranti, mentangor, punak dan sedikit pohon geronggang yang berdiri tegak memayungi tasik. Tak heran jika udara dan air tasik ini sangat sejuk dan dingin. Pesona menarik lainnya dari Tasik Nambus tersebut adalah, di bagian tepian perairan tasik ditumbuhi tanaman bakung yang tumbuh rapi. Bunga bakung konon akan bersemi pada musim tertentu yang memancarkan warna kemerahan hingga menyebabkan air pun berubah menjadi merah. Namun musim ini sangat jarang ditemukan, akan sangat beruntung bila menemukan kondisi tersebut.

Kondisi air tasik yang masih sangat alami ini banyak dijadikan sebagai tempat pemandaian safar oleh warga setempat. Beberapa orang juga melakukan ritual-ritual di bagian gubuk-gubuk sederhana yang ada di sekitar area tasik. Terdapat perahu kecil yang disewakan warga untuk para pengunjung yang ingin berlayar menikmati pemanadangan di sekitar area tasik. Akan tetapi harus dipastikan bahwa perahu yang akan ditumpangi dalam keadaan baik alias tidak bocor.

Pemerintah setempat telah merencanakan Tasik Nambus akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata unggulan Kepulauan Meranti. Namun demikian, modal yang harus dikeluarkan untuk membuat objek wisata ini layak dijadikan sebagai destinasi favorit memang tidaklah sedikit. Untuk pembangunan gazebo, homestay, fasilitas MCK, anjungan dan kios pedagang misalnya, dibutuhkan biaya hampir 10 miliyar. Mengingat daerah di tempat ini merupakan daerah bertanah gambut dengan material bangunan yang harganya pun cukup mahal.

Hal yang tak kalah penting untuk membuat Tasik Nambus menjadi ramai dikunjungi wisatawan adalah akses jalan. Menuju ke lokasi tasik ini harus benar-benar dilakukan oleh yang punya keinginan. Terutama jika musim hujan, jalan ke lokasi tidak bisa dilalui. Biasanya jalanan akan dilengkapi dengan papan-papan kayu untuk memudahkan sepeda motor bisa masuk ke lokasi, jalannya hanya setapak. Namun jika musim hujan tiba, jalan benar-benar tak bisa dilalui. Kondisi inilah yang paling penting menjadi perhatian pemerintah.

Jika Anda ingin berkunjung ke Tasik Nambus saat ini, sebaiknya pilihlah musim kemarau. Selain itu, untuk menginap dan kelengkapan akomodasi lainnya, tinggallah di Selatpanjang kota. Anda bisa melakukan perjalanan darat ke lokasi tasik dengan menyewa ojek dari pusat Kota Selatpanjang. Di pusat kota, Anda bisa menikmati suasana pesisir seutuhnya. Mulai dari suasana di tepi pelabuhan, makanan seafood yang berlimpah, serta menyaksikan tradisi dan budaya masyarakat Melayu Selatpanjang yang telah berpadu dengan tradisi dan budaya Cina yang ada.

Cara Menuju ke Lokasi Tasik Nambus, Kepulauan Meranti
Cara menuju ke lokasi Tasik Nambus di Kepulauan Meranti cukup mudah jika Anda sudah sampai di Kota Selatpanjang sebagai ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti. Untuk bisa sampai ke Selatpanjang, baik Anda dari Buton, Dumai atau Bengkalis, tetap harus melalui jalur laut menggunakan kapal. Jika dari pusat ibu kota, Pekanbaru, Anda bisa melalui jalur laut dari Pelabuhan Sungai Duku. Atau bisa juga bila Anda lebih senang melalui perjalanan darat yang lebih lama, dari Pekanbaru Anda bisa naik travel menuju ke Pelabuhan Buton. Rute dari Pelabuhan Sungai Duku juga akan mengantarkan Anda ke Pelabuhan Buton. Untuk rute ini, biasanya biaya kapal yang dikeluarkan berkisar 165 ribu rupiah, sudah sampai ke Selatpanjang melalui Pelabuhan Tanjung Harapan.

Rute melalui Pelabuhan Sungai Duku ini terbilang lebih menarik, terutama jika Anda sering bosan naik kendaraan. Pertama kapal akan berlayar dari Sungai Duku ke Perawang. Dari Perawang akan disambung dengan bus besar menuju Pelabuhan Buton, lalu dari Buton ke Selatpanjang Anda akan diajak naik kapal lagi. Semua sudah disiapkan oleh pihak pengelola jasa angkutan, Anda tinggal duduk dan mengikuti rute saja.

Setelah sampai di Kota Selatpanjang, sebaiknya Anda mencari penginapan lebih dulu. Terdapat beberapa hotel melati di pusat kota dengan tarif di bawah 500 ribu. Ada juga hotel berbintang jika Anda ingin yang lebih berkelas. Lalu setelah istirahat sebentar di penginapan, sebelum berangkat dan mencari sewaan ojek, jangan lupa untuk makan kuliner khas Selatpanjang lebih dulu, karena di lokasi tasik nanti, Anda hanya akan bertemu hutan dan air saja.

Perjalanan dari pusat kota ke tasik berjarak sekitar 15km. Lamanya perjalanan tergantung kondisi jalan yang ada. Paling cepat di musim kemarau sekitar 1 jam perjalanan. Jangan lupa membawa alat foto untuk mengabadikan lokasi wisata alam yang tersuruk tersebut. Temukan titik-titik menarik untuk dijadikan sebagai lokasi berfoto yang menarik bagi netizen. Sekedar saran, jika ingin mengunjungi Tasik Nambus tersebut, sebaiknya di musim kemarau, karena jika musim hujan, jalanan praktis sulit dilalui, bahkan benar-benar tak bisa dilalui.

Foto Pesona Wisata Tasik Nambus di Meranti dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Meranti

[RiauMagz | Wisata Riau]