2017-11-11

Pusat Pelatihan Gajah Minas Siak dan Sebanga Duri - Sejarah dan Konflik


Bermain dengan Gajah Liar di Pusat Pelatihan Gajah Minas

Bingung menghabiskan akhir pekan yang panjang di Pekanbaru atau sekitarnya? bukan waktunya lagi sekarang mengomel bahwa di sini tidak ada tempat rekreasi. Sebab di Minas, Kabupaten Siak terdapat Pusat Pelatihan Gajah (PLG), yang bisa jadi alternatif rekreasi keluarga Anda. Tempat ini merupakan kawasan kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau. Terdapat kurang lebih 30 gajah betina dan 30 gajah jantan yang siap menyambut kedatangan Anda ke sana.

Sangat mudah menemukan lokasi ini. Anda cukup membawa kendaraan keperbatasan Pekanbaru menuju Minas melewati Rumbai. Kemudian teruskan perjalanan Anda disepanjang Jalan Raya Pekanbaru-Minas Tersebut. Setelah melewati Hotel Rindu Sepadan dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasim, kira-kira sekitar 5 km dari lokasi itu, di bagian sebelah kiri, Anda akan menemukan plang nama Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak.

Belokkan kendaraan Anda ke arah tersebut. Apapun jenis kendaraan Anda pastikan tangguh, karena selepas belokan itu, Anda tidak akan menemukan jalan aspal lagi. Namun tenang aja, jalanan tanah ditengah-tengah perkebunan sawit dan ladang minyal tersebut cukup keras, bahkan jika hujan sekalipun. Anda hanya harus hati-hati memperhatikan tanda petunjuk arah menuju lokasi Pusat Pelatihan Gajah. Karena salah-salah Anda bisa berbelok di lokasi yang salah. Tenang saja, tersasar adalah kemungkinan kecil, karena PLG Minas sangat gampang ditemukan.


Setelah perjalanan sekitar 20 menit, maka Anda akan menemukan gerbang Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas yang bertuliskan SELAMAT DATANG DI PUSAT LATIHAN GAJAH MINAS dengan logo Balai Besar KSDA Riau dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di antaranya.


Berikutnya, Anda bisa enjoy dengan gajah-gajah liar yang telah dilatih untuk bersahabat dengan manusia tersebut. Datanglah pada pagi hari jam 08.00 pagi, karena saat itu gajah akan digiring oleh para pawangnya menuju hutan. Namun sebelumnya mereka akan mandi dulu di sungai yang terdapat di tempat tersebut. Sekalian saja, Anda nikmati pengalaman memandikan gajah.

Atau jika anda merasa jam 8 pagi itu kepagian, datanglah sekitar pukul 16.00 sore hari. Karena pada saat itu, puluhan gajah, kembali dari hutan bersama pawangnya (mahot) dan menghabiskan waktu mereka dengan beristirahat di sungai dan di bawah pohon yang terdapat dikawasan itu.

Ok, jika itu malah terlalu sore bagi Anda. Silahkan hubungi pihak pengelola PLG Minas yang contact personnya bisa Anda dapatkan dari Balai Besar KSDA Riau (mereka akan dengan senang hati membantu). Mintalah pihak Pusat Pelatihan Gajah untuk tidak menggiring semua gajah-gajah tersebut ke hutan sehingga kapanpun Anda datang, ada gajah yang siap menemani Anda bermain.

Jangan lupa ya sebelumnya, siapkanlah makanan gajah sebagai oleh-oleh, misalnya pisang, tebu, sayuran, atau buah-buahan lainnya yang gampang untuk Anda peroleh. Biasanya Anda juga akan diberi kesempatan untuk memberi makan gajah-gajah tersebut sendiri. Menaiki punggung gajah sambil keliling lokasi pelatiihan, atau diangkat dengan belalainya.

Tenang saja, bagi Anda yang parnoan atau takut dengan hewan raksasa ini, karena setiap satu gajah, ada satu pawang yang akan menjaganya. So safety, bukan? Oh iya, nama lain sebutan bagi pawang adalah mahot.

Tapi jangan aneh dulu, sebab gajah-gajah tersebut merupakan gajah liar yang telah dilatih menjadi gajah pengendali konflik manusia vs gajah yang kerap terjadi di wilayah Riau. Dan jangan mengharapkan pelayanan ekstra seperti di kebun binatang, karena di sana bukan kebun binatang. Tapi fasilitas yang mereka miliki dan kelengkapan peralatan mereka jauh lebih bagus dari di kebun binatang.

Selamat menikmati liburan Anda.


Penebangan Hutan dan Kepunahan Gajah
Riau memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Namun jumlah hutan mulai menurun seiring dengan pengembangan perkebunan kelapa sawit dan industri lainnya. Belum lagi pembalakan liar terhadap hutan yang mengganggu ekosistem di dalamnya. Salah satu binatang dilindungi yang terancam kepunahannya akibat penebangan hutan di Riau adalah gajah. Tak jarang karena habitatnya diusik, gajah keluar dari hutan secara liar dan mengganggu masyarakat di sekitarnya. Jika sudah begini, bukan hanya gajah yang merasa terancam kepunahannya, namun juga keamanan manusia yang tinggal di kawasan yang baru saja ditebangi hutannya. Di Riau misalnya di beberapa daerah transmigrasi, gajah seringkali datang di malam hari dan mengganggu keamanan warga.

Di satu sisi, gajah tidak boleh dibunuh dan harus dilindungi, oleh karena itulah, pada tahun 1988 didirikan Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga Duri di Provinsi Riau. Di tempat inilah gajah-gajah liar yang mengganggu warga ditempatkan, untuk kemudian dilatih, dijinakkan, dididik agar lebih bersahabat dengan manusia. Selain itu, tempat ini juga dijadikan sebagai tempat perlindungan gajah, khususnya Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) yang merupakan satwa dilindungi berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1990. Perpindahan PLG karena konflik dengan masyarakat kami tulis di bawah ini.

Apa yang ada di Pusat Pelatihan Gajah?
Pusat Pelatihan Gajah ini banyak dikunjungi oleh mereka para pecinta lingkungan atau yang ingn melihat hiburan dari atraksi hewan gajah. Di tempat ini, pengunjung bisa menyaksikan berbagai atraksi gajah seperti gajah melompati kayu-kayu besar, gajah mengangkat kayu-kayu besar, gajah hormat pada pengunjung, melangkahi manusia yang terbaring di tanah, dan masih banyak lagi atraksi lucu binatang gajah di tempat ini. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba atraksi menaiki gajah dengan tarif khusus.

Gajah-gajah yang mengganggu kawasan yang didiami manusia biasanya akan ditangkap dengan cara tembak bius, selanjutnya dibawa ke PLG. Di sini, sedikitnya selama 2 hingga 4 minggu, gajah akan melalui proses penjinakan. Selama masa penjinakan, gajah diletakkan di tempat khusus yang diberi nama runk. Seorang pawang gajah akan melatih binatang ini menggunakan alat-alat seperti ganco, tali, tombak, rantai rotan dan sebagainya.

Setelah lulus proses penjinakan, selanjutnya gajah akan menjalani proses pelatihan. Proses ini dilakukan melalui tiga tahapan yakni, Latihan Tingkat Satu (LTS) dilanjutkan Latihan Tingkat Dua (LTD), dan Latihan Tingkat Tiga (LTT).


Setelah menjalani tiga tahapan di atas, barulah gajah dilatih dengan keterampilan khusus. Diantaranya seperti keterampilan untuk gajah latih, keterampilan gajah tangkap, keterampilan gajah atraksi, keterampilan gajah kerja dan sebagainya. Gajah nantinya akan dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk pembangunan nasional.

Sejarah Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas - Siak

Sejak tahun 1980an keberadaan gajah liar sudah mulai menjadi permasalah bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait baik swasta maupun pemerintah. Agar tidak terganggunya program pembangunan di Indonesia maka dilaksanakanlah kegiatan penggiringan gajah besaran ke habitat aslinya agar keberadaan gajah dapat lestari, dimana pada saat itu dikenal dengan Operasi Ganesha dan Tata Liman.

Dalam perkembangannya, Pusat Latihan Gajah di Riau telah beberapa kali mengalami perpindahan lokasi. PLG Riau didirikan pertama kali di Sebanga – Duri pada tahun 1988, setelah lebih kurang tiga tahun PLG Sebanga berdiri terjadi pembakaran oleh masyarakat pada tahun 1991, agar aktifitas pelatihan dan pengelolaan gajah tetap berjalan untuk sementara waktu dipindahkan ke Desa Pinggir yang berlokasi di Suaka Marga Satwa Balai Raja.

Pada tanggal 29 Juni 1992 keluarlah surat keputusan Gubernur Daerah Tingkat I Riau dengan Nomor : KPTS.387/VI/1992 menunjuk lokasi PLG di desa Muara Basung Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Km 100 Pekanbaru – Duri dengan luas sekitar 5.000 Ha. Namun adanya konflik lahan dengan masyarakat setempat dan perambahan lahan di lokasi Pusat Latihan Gajah menyebabkan aktifitas di Pusat latihan Gajah tidak berjalan lancar. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka pada tahun 2001 PLG Riau mulai menempati sebagian lahan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim II Siak yang berada di Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Untuk saat ini jumlah gajah yang ada di Pusat Latihan Gajah Riau berjumlah 24 ekor, 18 ekor di Minas dan 6 ekor gajah tersisa di Pusat Latihan Gajah Sebanga Duri.

Sumber :
MOTIVASI PENGUNJUNG DI PUSAT LATIHAN GAJAH (PLG) MINAS KABUPATEN SIAK
Nurfitriana
Jurusan Ilmu Administrasi – Program Studi Usaha Perjalanan Wisata
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Riau
Jurnal Online Mahasiswa
JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016
Halaman 10-11

Konflik Suaka Margasatwa Balai Raja dan Pusat Pelatihan Gajah Sebanga - Duri - Bengkalis

Harian Kompas pernah menuis pada tanggal 5 April 2010 tentang lenyapnya Suaka Margasatwa Balai Raja di Duri yang menjadi perkebunan sawit warga. Seperti tulisan Nurfitriana diatas, konflik lahan terjadi dengan masyarakat. Kawasan hutan yang dahulunya seluas 16.000 hektar, saat Kompas berkunjung hanya tersisa 50 hektar saja termasuk berkurangnya lahan Pusat Pelatihan Gajah Sebanga yang seharusnya 5.873 hektar. Suaka Margasatwa Balai Raja dan Pusat Pelatihan Gajah Sebanga merupakan satu kesatuan kawasan untuk relokasi gajah yang sering berkonflik dengan manusia di Desa Petani, Desa Balai Makam, dan Pangkalan Pudu, yang tidak jauh dari Sebanga.

Berkurangnya lahan SM Balai Raja menyebabkan batalnya relokasi kawanan gajah. Sisa hutan yang 50 hektar pun tidak layak disebut hutan. Lahan itu berupa semak belukar dari rawa-rawa yang ada di sekeliling kawasan PLG. Kawanan gajah itu selalu melalui jalur yang sama dari daerah Pelapit Aman di Pangkalan Pudu ke arah daerah Tegar dan kembali lagi ke Pelapit Aman. Demikian selalu kawanan gajah itu bolak-balik setiap tahun dari dahhulu kala.

Sumber :
http://sains.kompas.com/read/2010/04/05/09294633/Suaka.Margasatwa.Balai.Raja.Lenyap


Pusat Pelatihan Gajah Sebanga Duri

Unit Pelaksana Teknis : BKSDA RIAU
Propinsi : Riau
Kabupaten : Kabupaten Bengkalis
Luas (Hektar) : 5.873,00
No. SK : Kep. Gub. No.387/VI/1992
Tanggal SK : 29-Jun-92

PUSAT LATIHAN GAJAH (PLG) SEBANGA DURI - RIAU
http://www.dephut.go.id sekarang menjadi www.menlhk.go.id

PENDAHULUAN
Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) merupakan satwa langka di Indonesia yang dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990. Satwa ini juga merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Pembangunan Nasional.

Serangan Gajah timbul disebabkan karena ruang gerak mereka yang semakin sempit akibat areal hutan yang semula merupakan habitat dan daerah jelajah gajah tersebut dibuka untuk perluasan areal perkebunan, pembukaan areal pemukiman transmigrasi dan eksploitasi minyak, sehingga gajah semakin terdesak dan terpisah-pisah dalam kantong-kantong dan daerah gajah yang terisolir.Mengacu dari hasil upaya pencegahan terhadap gangguan gajah yang telah dilakukan, maka pada tahun 1988 didirikan Pusat Latihan Gajah Sebanga Duri di Propinsi Riau.

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan didirikan Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Sebanga-Riau adalah sebagai sarana untuk menumbuh dan mengambalikan kesan kepada masyarakat bahwa gajah bukan sebagai satwa perusak yang harus dimusnahkan tetapi merupakan satwa yang bermanfaat bagi pembangunan Nasional.

SASARAN
Sasaran dari Pusat Latihan Gajah (PLG) adalah untuk menangkap gajah-gajah pengganggu terhadap daerah pertanian masyarakat, daerah pemukiman transmigrasi dan daerah perkebunan yang kemudian dijinakkan dan dilatih untuk dapat dimanfaatkan sebagai gajah tangkap/gajah latih, gajah atraksi dan gajah kerja.

LOKASI
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Nomor : KPTS.387/VI/1992 tanggal 29 Juni 1992 luas Pusat Latihan Gajah Sebanga Riau ± 5.000 Ha yang terletak di Desa Muara Basung Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis tepatnya pada Km.100 Pekanbaru-Duri masuk ke dalam lokasi jalan Caltex ± 15 Km, dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh dari Pekanbaru 2-2,5 jam dan dari Duri ke lokasi PLG ± 45 menit.

POTENSI FLORA DAN FAUNA
Sebagian besar Flora yang tumbuh adalah kayu jenis Meranti (Shorea spp) Jelutung (Dyera costulata) dan jenis lain yang tumbuh pada hutan sekunder. Pada tempat tertentu yang telah terbuka ditumbuhi alang-alang dan tumbuhan perdu lainnya, diantaranya terdapat juga beberapa jenis tumbuhan yang dapat dimakan oleh gajah.

Fauna yang ada antara lain : Kera ekor panjang (Macaca fascicularis), Beruang Madu (Helarctus Malayanus), Kancil (Tragulus sp), Rusa (Cervus sp), Babi (Sus sp) serta berbagai jenis Aves dan ayam hutan.

KEGIATAN
Sesuai dengan maksud dan tujuan dari Pusat Latihan Gajah, yaitu mempunyai prioritas kegiatan sebagai berikut :
Penangkapan
Penangkapan gajah dilakukan dengan sistem pelacakan terhadap lokasi keberadaan gajah/kelompok gajah yang terisolasir. Sedangkan metode penangkapan gajah yang digunakan ialah dengan sistem tembak bius.Penangkapan diprioritaskan disekitar hutan yang berbatasan dengan daerah gangguan atau populasi yang terancam kehidupannya karena habitatnya sempit oleh peruntukan lain. Tujuan dari penangkapan adalah untuk meredakan gangguan gajah yang mengganggu dipemukiman transmigrasi, perkebunan.


Penjinakan
Gajah liar yang pernah ditangkap dan setelah sampai di Pusat Latihan Gajah Sebanga Riau menjalani kegiatan pertama yaitu penjinakan. Pada umumnya kegiatan penjinakan memakan waktu antara 2-4 minggu. Penjinakan dilakukan di tempat tertentu yang disebut Runk (tempat penjinakan gajah) dan para pelatih/pawang menggunakan alat-alat seperti ganco, tombak, tali, rantai rotan dan sebagainya.

Dalam kehidupan ini para pelatih/instruktur dibantu oleh gajah latih. Pada program ini gajah liar yang baru ditangkap diperkenalkan pada kehidupan baru dalam lingkungan manusia.

Pelatihan
Setelah gajah "lulus" pada program penjinakan, selanjutnya mengikuti program berikutnya, yaitu program pelatihan. Program pelatihan meliputi 3 tahap:
Latihan Tingkat Satu (LTS)
Latihan Tingkat Dua (LTD)
Latihan Tingkat Tiga (LTT)

Setelah gajah "lulus" mengikuti Latihan Tingkat Satu sampai dengan Latihan Tingkat Tiga maka selanjutnya gajah-gajah tersebut dilatih keterampilan sesuai dengan kebutuhan, seperti keterampilan untuk gajah tangkap, keterampilan sebagai gajah latih, keterampilan untuk gajah atraksi, keterampilan untuk gajah kerja dan lain sebagainya yang pada akhirnya nanti gajah tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk menunjang pembangunan Nasional.

PEMANFAATAN GAJAH
Gajah-gajah hasil didikan dari Pusat Pelatihan Gajah Minas Duri Riau yang telah dimanfaatkan oleh beberapa HPH dan Kebun Binatang sebanyak 22 ekor dari jumlah 78 ekor.

Silahkan baca juga tentang :
Gajah Sumatera Elephas Maximus Sumatrensis
Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau


[ RiauMagz | Wisata Riau ]

2017-11-10

Tips Paling Lengkap Untuk Penggemar Tas Rajut Handmade


Tas rajut buatan tangan pun semakin menarik untuk menjadi oleh-oleh dari tempat wisata.

Jadi penyuka tas rajut itu gak mudah. Selain perawatan ekstra, kadang saat membelinya pun dituntut bersabar karena proses produksinya cukup lama. Kamu pasti tahu kan, kebanyakan seller varian item handmade ini pake metode pre-order. Oleh sebab itu, kita sebaiknya sangat selektif saat belanja item satu ini. Salah satu lokasi belanja barang berkualitas dan aman, yaitu Qlapa.

Tas rajut dapat dibeli secara online maupun langsung datang ke penjualnya bahkan beberapa daerah memiliki sentra-sentra produksi UMKM tas rajut. Produk-produk ini umumnya dipakai langsung oleh pembeli, maupun dijadikan hadiah atau oleh-oleh setelah berwisata ke suatu tempat.

Untuk itu, kita patut memperhatikan seluk-beluk dan tip membeli dan memelihara tas rajut dari A hingga Z, di antaranya adalah:

Bahan tas rajut
Berbagai koleksi tas rajut sangatlah banyak. Asam-manis membeli barang jenis ini pun jadi beragam terutama soal bahan. Seringkali kita bingung, apa sih bahan dari varian tas rajut ini yang bagus. Nah ternyata ada 9 (sembilan) material dasar pembuatannnya di antaranya:
  • Benang bulky. terbuat dari acrylic sehingga cenderung berserat, tetapi tetap lembut.
  • Benang poliester. Jenis material berikut paling sering dijadikan sebagai bahan baku. Alasannya, ia tidak mudah luntur atau kusut.
  • Benang acrylic. Material dasarnya sintetis dengan karakteristik ringan dan lembut. Saat kamu pegang akan terasa dingin.
  • Benang nilon. Bahan berikut sangat kuat dan mengkilat sehingga banyak produsen memilihnya sebagai material dasar.
  • Benang rayon. Dapat dikatakan sebagai semi sintetis yang mempunyai karakteristik kaku dan tidak mudah kusut.
Dari beberapa bahan baku yang disebutkan diatas, tidak ada istilah material terbaik. Semuanya sama-sama bainya. Tergantung model dan kegunaan yang akan dibuat. Terkadang, bahan kaku sangat cocok untuk tas di lingkungan ekstream, misalnya untuk tas rajut jenis outdoor yang cocok untuk berwisata.


Model tas rajut terbaru
Urusan model terbaru, sangat banyak tersedia di Qlapa, referensinya pun kebanyakan produk dari situs tersebut ya. Beberapa item terfavorit yaitu rajut serut seruni, bunga mekar, rajut pesta, prima hobo, dan flowery besar. Secara umum, kumpulan model itu dibuat dengan kombinasi 4 warna cerah yang berbeda. Tinggal pilih saja, kamu suka warna apa?

Selain itu, bahan pembuatnya pun dari katun. Supaya kelihatan lebih anak muda banget, tidak jarang produk dibuat dengan furing kain katun bermotif yang serasi. Proses finishing-nya pun sangat sempurna sehingga produk hasl produksinya sangat menawan.

Cara memilih tas rajut berkualitas
Sebelum membeli, teliti terlebih dulu. Begitu pula saat berbelanja tas rajut ya. pastikan memilih tas dari material berkualitas. Atau bahkan, ambil produk dari seller terpercaya. Biasanya, seller terpercaya itu bisa dilihat dari review atau testimoni dari pembeli sebelumnya.

Apabila ini kali pertama kamu berbelanja, cek foto produk. Pastikan tidak ada jahitan blepotan dan finishing ala kadarnya. Kalau pun itu belum terlalu meyakinkan dirimu, coba cari saja seller yang memiliki showrom sehingga bila terjadi apa-apa, kamu bisa mengklaimnya.

Cara mencuci tas rajut
Kalau pun kamu sudah mengoleksi puluhan jenis produk ini, kamu akan dibuat bingung bagaimana mempertahankan tampilan visual dan kualitas bahannya. Nah ada sedikit tips bagaimana mencuci tas rajut:
  • Hindari mencuci dengan mesin cuci. Untuk membersihkan jenis item berikut, terlebih dulu merendamnya di dalam air hangat. Beri sedikit deterjen untuk mengangkat noda-noda yang menempel. Rendamlah tas kesukaanmu itu kurang lebih sekitar 10 menit.
  • Jangan dikucek. Selain mesin cuci, produk ini sama sekali tidak boleh dicuci dengan dikucek. Cara ini dipakai supaya tekstur benang tetap terjaga. Jangan pula memilinnya saat akan dijemur. Cukup diremas saja ya.
  • Tambahkan pelembut atau pewangi pakaian saat merendamnya, agar wangi dan tekstur tas tetap terjaga.
  • Hindari menjemurnya di matahari langsung. Pengeringan jenis tas tersebut cukup diangin–anginkan saja. Pengeringan di bawah terik matahari langsung akan membuat warnanya cepat pudar.
  • Jangan menggantung saat penjemuran. Ada baiknya tas cukup digelar saat proses pengeringan. Menggantunganya akan merusak rajutannya karena tertarik oleh beban air ke bawah.

Bagi yang pertama kali beli produk ini pasti bakalan jatuh cinta. Sebelumnya itu, terlebih dulu tentukan bahan dasarnya, modelnya, serta simak pula bagaimana memilih tas berkualitas. Setelah itu, rawatlah dengan baik item kesayanganmu tersebut.

Tas rajut merupakan produk hasil kreasi. Ada perbedaan mencolok antara produk lokal dan non-lokal. Produk lokal seringkali menampilkan tampilan visual yang khas etnik budaya nusantara. Dari warna hingga motifnya, sangat estetik tapi tetap stylish.

[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-11-03

Penetapan Mesjid Raya Pekanbaru Sebagai Benda Cagar Budaya

Mesjid Raya Pekanbaru
Sumber : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru
https://bpa.pekanbaru.go.id/

Jangankan merubah bentuk, untuk merubah warna saja dilarang

Mesjid Raya Tinggal Kenangan
Masjid Raya Pekanbaru yang awalnya bernama Mesjid Senapelan ini dibangun tidak permanen kali pertama sekitar 1762 M oleh Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Dalam lampiran Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Nomor : KM.13/PW.007/MKP/2004, dinyatakan bahwa masjid ini yang awalnya tidak permanen kemudian didirikan secara permanen pada tahun 1927 oieh masyarakat secara bergotong royong diatas tanah wakaf milik Haji Muhammad dan Hajjah Sa'diyah. Mesjid ini dibangun secara bertahap dan baru selesai pada tahun 1937. Mesjid Raya ini beralamat di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.

Masjid terdiri dari ruang utama, mihrab, mimbar dan serambi (Pawestren).Pada bagian ruang utama terdapat tujuh belas buah tiang yang melambangkan rakaat shalat dalam agama IsIam. Pada bagian mihrab terdapat sebuah mimbar yang menurut masyarakat setempat merupakan hadiah dari Kerajaan Siak. Mimbar tersebut berukuran panjang 205cm, lebar 121cm, tinggi 237cm. Mimbar ini kaya dengan ukiran sulur-suluran dan bunga warna kuning keemasan serta terdapat lima anak tangga. Dinding luar mihrab berbentuk setengah lingkaran, sedangkan atap masjid berbentuk kubah. Pintu masuk pada masjid ini sebanyak tiga buah, pintu utama berada di bagian tengah.

Sedangkan menurut Wan Ghalib berdasarkan tulisan GP. Ade Dharmawi, mesjid tua ini dibangun tahun 1929 dengan Ketua Pelaksana adalah Wan Enthol dengan memperbaharui bangunan yang lama. Mengenai penamaan mesjid tua ini kami telah mencantumkan kaitan artikel di bagian bawah tulisan ini.

Mengingat masjid lama yang dibangun oleh Sultan dan masyarakat telah dibongkar dan kemudian di tahun 2010 dibongkar lagi dan dibangun kembali dengan masa, bentuk dan warna yang jauh berbeda dari aslinya, maka secara historis masjid ini nilainya sudah tidak sama dengan masjid yang pertama. Hal ini menunjukkan telah terjadi penurunan nilai historisnya.

Pembongkaran ini mengakibatkan status Mesjid Raya Pekanbaru sebagai Benda Cagar Budaya Pekanbaru berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Nomor : KM.13/PW.007/MKP/2004 telah berubah dan turun menjadi status Struktur Cagar Budaya.

Dengan memertimbangkan masih adanya peninggalan sejarah dan budaya yang tersisa berupa tiang, sumur, mimbar dan gerbang, maka Tim Ahli Cagar Budaya Nasional merekomendasikan untuk mengubah statusnya dari Bangunan Cagar Budaya menjadi Struktur Cagar Budaya, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 209/M/2017 tentang Status Bangunan Cagar Budaya Masjid Raya Pekanbaru pada 3 Agustus 2017 yang ditandatangani oleh Mendikbud Muhadjir Effendy.

Mesjid tua ini tidak RAYA lagi yang penuh dengan untaian sejarah serta ukiran-ukiran kayu yang bagus, tetapi telah berubah menjadi mesjid biasa karena kesalahan pemugaran tanpa ijin dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2009 yang melanggar ketetapan mesjid ini sebagai Benda Cagar Budaya. Perubahan dilakukan oleh Badan Revitalisasi Kawasan Mesjid Raya Pekanbaru. Hal yang sangat disayangkan bahwa seharusnya yang direvitalisasi adalah kawasan, tetapi pada pelaksanaannya adalah perubahan atas mesjid.

Mesjid Raya Pekanbaru
Sumber : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru
https://bpa.pekanbaru.go.id/

Mesjid Raya Pekanbaru
Sumber : http://www.melayuonline.com

Perubahan tersebut jelas melanggar Keputusan Menbudpar tahun 2004 diatas pada :
Diktum Ketiga : terhadap bangunan/gedung dengan halaman, lingkungan dan situs cagar budaya dilarang :
a. Mengubah bentuk atau warna dst.

Lihat lengkapnya :

KEPUTUSAN MENTERI KEBUDAYAAN DAN PARlWISATA
NOMOR : KM.13/PW.007/MKP/2004
TENTANG
PENETAPAN ISTANA SIAK,BALAI KERAPATAN TINGGl, MAKAM SULTAN KASIM II, MASJID RAYA SYAHABUDDIN, KOMPLEKS MAKAM KOTO TINGGl,MAKAM SULTAN ABDUL JALIL RAHMAD SYAH,TANGSI BELANDA, GEDUNG CONTROLLEUR,BANGUNAN LANDRAAD, MASJID JAMI' AlR TIRIS, RUMAH ADAT BENDANG KENAGARIAN 50 KOTO, MASJID RAYA PEKANBARU YANG BERLOKASI DI WILAYAH PROPINSI RIAU SEBAGAI BENDA CAGAR BUDAYA,SITUS,ATAU KAWASAN YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1992

Diktum KETIGA :
Terhadap bangunan/gedung dengan halaman,lingkungan,dan situs cagar budaya sebagaimana tercantum dalam Diktum PERTAMA, dilarang :
a.mengubah bentuk atau warna, merusak, memugar, memisahkan bagian atau keseluruhan Benda Cagar Budaya dari kesatuannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya;
b.memanfaatkan untuk kepentingan yang menyimpang dari kepentigan semula atau kepentingan pada saat berlakunya Keputusan ini sebagaimana dimaksud dalam Pasa1 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992;
c.mendirikan dan/atau menambah bangunan pada tanah yang berada di lingkungan bangunan sampai pada batas-batas sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA Keputusan ini.

dst.....

Untuk lebih lengkapnya lagi, Surat Keputusan tersebut dapat dilihat di :
Ruang Pelayanan Arsip
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru
Jl. Dr. Sutomo No. 1 Gobah
Pekanbaru

Baca juga artikel terkait :
Mesjid Raya Pekanbaru : Sejarah Berdirinya, Situs Sejarah dan Pergantian Nama
Rencana Gambar/Desain Mesjid Raya Pekanbaru







Untuk sekedar mengenang Mesjid Raya Pekanbaru lama yang masih berstatus Benda Cagar Budaya, kami masih menyimpan video milik Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah ini :


[ RiauMagz | Wisata Riau | Sejarah Riau | Sejarah Pekanbaru ]

2017-11-02

Festival Budaya Melayu 2017 di Provinsi Riau


Festival Budaya Melayu merupakan iktiar Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkenalkan dan memperluas wawasan budaya Melayu kepada khalayak ramai. Berbagai rancangan acara akan ditaja di Kota Pekanbaru selama beberapa hari di akhir Novermber 2017 ini. Tujuan pentingnya adalah melestarikan Budaya Melayu yang tersebar seantero Asia. Diharapkan juga kedatangan peserta-peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun beberapa peserta dari berbagai negera di kawasan Asia, khususnya di kawasan Asean.

Hal ini sangat erat kaitannya dengan Visi Riau 2020 yaitu "Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan bathin, di Asia Tenggara Tahun 2020".

Untuk menjadi Pusat Kebudayaan Melayu tentulah Provinsi Riau harus melestarikan budaya itu sendiri dan selanjutnya dapat dikerjakan sehari-hari. Dalam pelestarian, berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yang merupakan dinas pecahan yang dahulunya bernama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau. Upaya-upaya pelestarian itu misalnya melaksanakan pergelaran, mendokumentasikan, mengajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda berbagai seni budaya yang ada di Riau. Selain itu, pelatihan-pelatihan pun telah pula dilaksanakan.

Dalam Festival Budaya Melayu tahun 2017 kali ini yang dilaksanakan di Pekanbaru, Dinas Kebudayaan Prov Riau merencanakan berbagai acara dengan menampilkan berbagai seni budaya Riau yang jarang ditampilkan di khalayak ramai berdasarkan kabupaten/kota, misalnya :

Kabupaten Kampar :
  • Calempong Oguang
  • Baghandu
  • Baugam
  • Maratok
  • Malalak

Kabupaten Indragiri Hulu :
  • Gebane
  • Dabus
  • Zapin Inhu
  • Benaik Tambak yang Tunggal
  • Balai Terbang
  • Genggong Buluh

Kabupaten Kuantan Singingi :
  • Rarak Godang
  • Kayat
  • Calempong Onam
  • Randai

Kabupaten Meranti :
  • Zapin Meranti
  • Joget Sonde
  • Tari Gendong Suku Akit Selat Akar

Kabupaten Bengkalis :
  • Zapin Meskom
  • Tetawak
  • Nafiri
  • Zapin Api

Kabupaten Siak :
  • Zapin Mempura
  • Mahligai Sembilan Telingkat
  • Tari Poang Suku Sakai

Kabupaten Rokan Hulu :
  • Gondang Boroguang
  • Onduo
  • Koba Rokan Hulu
  • Tari Cegak
  • Badewo Suku Bonai

Kabupaten Rokan Hilir :
  • Koba Rokan Hilir
  • Gondang Ogung
  • Rantau Kopa

Kabupaten Pelalawan :
  • Zapin Maharani
  • Menumbai
  • Beadin

Kabupaten Indragiri Hilir :
  • Madihin
  • Syair Ibarat Khabar Kiamat
  • Bedindit
  • Kelintang Kuala Patah Parang Suku Laut

Kota Dumai :
  • Zapin

Kota Pekanbaru :
  • Zapin Persebatian

Selain itu, akan ditampilkan 2000 penari yang akan menari Zapin serentak pada acara pembukaannya. Acara yang diikuti oleh 29 delegasi yaitu 12 Kab/Kota se-Riau, 7 Masyarakat Adat, 5 Provinsi dan 5 Negara. Akan terjadi hal yang istimewa bahwa Festival Budaya Melayu 2017 ini akan menyelenggarakan Penabalan Gelar Adat Suku Laut.


[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-10-26

Sumur Minyak dan Pompa Angguk Tertua Minas - Wisata Siak


Sumur Minyak dan Pompa Angguk Tertua Minas
Riau terkenal dengan minyak. Minyak atas dan minyak bawah. Minyak atas adalah minyak sawit yang dihasilkan dari perkebunan sawit yang sangat luas di Riau sedangkan Minyak Bawah adalah minyak bumi yang dipompa dari perut bumi Riau sebagai penyumbang devisa terbesar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberadaan sejumlah kilang minyak, pipa yang terpasang dihampir sepanjang jalan, dan ribuan pompa minyak serta pompa angguk untuk menyedot minyak bumi, sebagai salah satu sumber kekayaan alam yang terkandung di Bumi Riau, khususnya Siak dan menjadi sumber pendapatan daerah paling utama sejauh ini.

Jika berkunjung ke Pekanbaru sebagai ibu Kota Provinsi Riau, sempatkanlah melihat sumur minyak tertua dengan pompa angguk yang sudah tua pula. Sumur minyak ini pernah menjadi tempat pengambilan api abadi tanggal 6 September 2012 yang dipergunakan dalam perayaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 18 tahun 2012 yang dilaksanakan di Provinsi Riau.


Sumur Minyak Tertua ini terletak di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Lokasinya tak jauh dari Kota Pekanbaru berjarak sekitar 44 km dihitung dari depan Kantor Gubernur Riau. Dari Pekanbaru arahkan kendaraan menuju ke Minas melalui daerah Rumbai. Tak jauh dari perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Siak, disisi jalan sebelah kanan akan ditemukan sumur minyak tertua ini.

Sumur minyak ini sekarang berada dalam kawasan ladang minyak yang dikelola PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) sejak awalnya, dan aktif sejak tahun 1950. Bahkan dari sumur minyak di Minas inilah, PT CPI pernah memproduksi minyak Bumi 1 juta barrel pertama di tahun 1969.

Sumur Minyak Tua Minas
Penetapan lokasi sumur minyak ini dilakukan pada bulan Maret 1941 dan pengeboran sumur dimulai pada tanggal 10 Desember 1943 dan selesai pengeboran pada 4 Desember 1944 untuk dilakukan uji pemompaaan dengan kedalaman sumur 800 m. Merk pompa yang digunakan adalah Lufkin. Saat ini pompa minyak pada sumur tertua minyak Minas tersebut tidak berproduksi lagi dan dijadikan monumen sejarah perminyakan di Propinsi Riau, berdiri megah di pinggiran kota Minas.


Data Sumur Minyak Pertama dan Tertua serta Pompa Angguk Minas - Siak
First Discovery Well in Minas - Duri - Riau
  • Location made - March 1941 (Penetapan lokasi)
  • Drilling started at 10 December 1943 (Pengeboran dimulai)
  • Drilling Completed at 4 December 1944 (Pengeboran selesai dan mulainya uji coba pemompaan minyak bumi)
  • Depth (Kedalaman) 2624 feet (800 meter)
  • Suckker Rod Pump merk : LUFKIN
  • Coordinat : 0.767457, 101.435402
  • Well Number : 6D-55


Minas Oilfield Achievement (Pencapaian Ladang Minyak Minas)
  • 1.000.000 barrel per April 1969
  • 2.000.000 barrel per May 1970
  • 3.000.000 barrel per December 1984
  • 4.000.000 barrel per March 1997
  • 4.500.000 barrel per Februari 2007


PT. Chevron Pacific Indonesia dahulunya bernama PT. Caltex Pacific Indonesia (CPI) yang merupakan gabungan 2 perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat yaitu Standard Oil Company of California (Socal) dan Texas Oil Company (Texaco). Kedua perusahaan ini membentuk sebuah perusahaan bernama NV. Nederlandsche Pasific Petroleum Maatschappij (NPPM) pada tahun 1924 yang beroperasi di Pulau Sumatera, khususnya Socal yang beroperasi di Sumatera bagian tengah. Awalnya Socal mengirimkan ahli geologinya bernama Richard N Nelson. Kemudian pada tahun 1938, seorang ahli geologi Amerika bernama Walter E. Nygren ditugaskan mempelajari daerah di sekitar Minas.

Nygren membuat jalan rintis sejajar setiap 6 km sebanyak 6 jalur jalan menembus hutan di sekitar Minas. Nama Minas itu sendiri berasal dari sebuah perkampungan Suku Sakai yang berdekatan dengan lokasi survei Nygren. Disetiap jalur jalan dibuat digali sumur sedalam 6 meter dengan jarak 200 meter tiap sumurnya dengan jumlah lebih kurang 3.000 sumur. Contoh tanah diambil pada dasar sumur untuk diteliti.

Tahun 1939 dikirim ahli Geologi Amerika Serikat bernama Richard H Hopper ke Minas untuk menguji contoh-contoh tanah dari setiap sumur yang digali Nygren. Hopper pun juga membuat peta seismik kawasan yang digali Nygren. Peta seismik menunjukkan adanya Anticline di kawasan Minas yang menunjukkan terdapat lapisan batu cembung sebagai tempat yang cocok diperkirakan berisi minyak bumi.

Seorang ahli geologi utama pada Socal di Medan, James P. Fox dikirim ke Minas dan memilih suatu lokasi pada titik tertinggi pada peta Seismik yang menunjukkan adanya Anticline sebagai tempat untuk mengebor sumur percobaan. Sayangnya pengeboran terhenti sementara karena perang dunia dengan adanya penyerangan Pearl Harbour oleh Jepang. Jepang secara cepat masuk ke Indonesia termasuk juga ke Sumatera.


Jepang mengebor sumur minyak Minas dengan tenaga ahli bernama Toru Oki dari perusahaan Japan Petroleum Exploration Company (Japex). Kekalahan Jepang menyebabkan sumur-sumur minyak jatuh ke tangan Belanda dengan perusahaan NPPM sebagai operatornya. Sesuai perjanjian Konperensi Meja Bundar dengan pengakuan kekalahan Belanda, maka sumur-sumur minyak Minas menjadi milik Indonesia.

Dengan kedaulatan Indonesia dan peraturan bagi perusahaan-perusahaan asing, maka perusahaan NPPM gabungan Socal dan Texaco berubah nama menjadi Caltex Pacific Oil Company pada tahun 1950. Kemudian pada tahun 1960-an berubah nama menjadi Caltex Pacific Company. Perusahaan minyak ini kemudian merubah nama sesuai peraturan menjadi PT. Caltex Pacific Indonesia (CPI) pada tahun 1970-an sebagai anak perusahaan Unocal (Union Oil Company of California) dan Texaco Inc. Unocal adalah anak perusahaan Chevron. Unocal bergabung dengan induknya Chevron, sedangkan Texaco diakuisisi penuh oleh Chevron juga, sehingga seluruh operasi perusahaan berada dibawah Chevron. Dengan demikiian maka tanggal 10 Agustus 2005, PT. Caltex Pacific Indonesia berubah nama menjadi PT. Chevron Pacific Indonesia. Sejarah Caltex kemudian Chevron menjadi bagian dari Sejarah Riau.

[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-10-25

Pantai Perapat Tunggal Meskom - Wisata Bengkalis


Pantai Perapat Tunggal
Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau merupakan salah satu kabupaten yang ada di daerah pesisir, sehingga objek wisata laut seperti pantai menjadi salah satu objek wisata unggulan di kawasan tersebut. Pantai Perapat Tunggal merupakan salah satu pantai yang masuk dalam peta wisata Provinsi Riau yang berasal dari daerah Bengkalis. Pantai ini terletak di Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Jaraknya sekitar 18 Km dari pusat kota Bengkalis.

Mengunjungi Pantai Perapat Tunggal Kabupaten Bengkalis akan memberikan kesan tersendiri bagi para wisatawan. Di tempat ini, Anda akan disuguhkan pemandangan bawah laut yang indah. Kilatan cahaya matahari senja yang jatuh ke permukaan laut akan menciptakan pemandangan yang sangak khas di tempat ini. Seperti umumnya objek wisata pantai, sunset juga menjadi pemandangan istimewa di pantai ini.


Orang-orang yang ingin menikmati suasana senja yang indah dengan pesona sunset yang hangat, akan menghabiskan waktu mereka sekedar duduk di tepi pantai. Selain pemandangan langit yang semakin indah, saat mata memandang air laut yang bergelombang, pengunjungi juga bisa menyaksikan kapal-kapal yang berlayar menuju perairan Dumai. Dan keindahan suasana semakin sempurna manakala hidangan kuliner bisa Anda nikmati di tempat ini dengan aneka jenis makanan yang khas dari daerah kepulauan tersebut.
Bagi Anda yang ingin liburan bersama keluarga, di tempat ini juga disediakan taman-taman bermain dilengkapi dengan berbagai fasilitas permainan anak. Objek wisata ini disetting untuk bisa dikunjungi semua kalangan usia, termasuk anak-anak. Terdapat juga pondok-pondok kecil dan besar yang bisa dipakai oleh pengunjung untuk bersantai. Di kawasan ini juga banyak tumbuh pepohonan rindang yang membuat suasana menjadi lebih nyaman dan dingin. Fasilitas seperti kamar mandi dan toilet juga tersedia untuk pengunjung di lokasi.

Di kawasan sekitaran pantai, terdapat juga rumah-rumah sementara para nelayan yang terbuat dari kayu. Di tempat ini para nelayan biasanya menjemur produk-produk laut yang khas dari Bengkalis, seperti terasi Bengkalis yang terkenal kelezatannya juga aneka ikan asin untuk dijual di darat. Untuk menghilangkan kepenatan seharian dalam beraktivitas, tempat ini cocok untuk Anda kunjungi, karena selain lokasinya menarik, juga tempatnya yang tak begitu jauh dari pusat kota Bengkalis.


Cara Menuju ke Lokasi Pantai Perapat Tunggal, Kabupaten Bengkalis
Cara menuju ke Pantai Perapat Bengkalis diawali dengan keberangkatan Anda menuju pusat Kota Bengkalis terlebih dahulu. Dari Kota Pekanbaru, Anda bisa menempuh perjalanan darat selama 3 hingga 4 jam menuju ke Pelabuhan di Sungai Pakning. Anda juga bisa membawa kendaraan roda empat atau kedaraan pribadi. Dari pelabuhan tersebut Anda naik kapal roro untuk menyeberang ke pusat kota. Nah, setelah tiba di pusat kota, perjalanan Anda lanjutkan kembali ke Desa Meskom, sebelah barat Kabupaten Bengkalis. Anda bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Perjalan ditempuh selama kurang lebih 30 menit saja. Sepanjang perjalanan menuju lokasi Pantai Perapat Tunggal, Anda akan disuguhkan pemandangan rumah-rumah panggung tradisional yang terbuat dari papan di bagian kanan kiri jalan yang dilalui. Bagian halaman rumah biasanya di tata dengan taman-taman bunga kecil, tidak ada pagar dan biasanya menyatu dengan kebun-kebun yang dimiliki. Tanaman kebun yang ditanam pun cukup beragam, ada kebun sawit, kebun bakau, kebun pinang dan sebagainya. Pemandangan ini merupakan pemandangan khas yang bisa Anda temukan di daerah-daerah pemukiman masyarakat pesisir.

Saat ini, kondisi Pantai Perapat Tunggal membutuhkan renovasi yang lebih serius dari pemerintah agar tetap nyaman dikunjungi oleh wisatawan. Perlu penataan ulang taman-taman dan kondisi kebersihan kawasan pantai. Tahun 2017, pemerintah Kabupaten Bengkalis telah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki kawasan wisata tersebut. Bukan hanya pihak pemerintah saja yang perlu menjaga kelestarian lokasi setempat, namun juga masyarakat sekitar, agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak dan mengotori kawasan wisata yang diharapkan mampu menunjang perekonomian Kabupaten Bengkalis. Untuk mengabadikan keindahan kondisi Pantai Perapat Tunggal, Kabupaten Bengkalis - Riau.


[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-10-24

Pantai Sepahat - Wisata Bengkalis


Lokasi dan Keindahan Pantai Sepahat
Destinasi wisata pantai yang bisa dikunjungi di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau salah satunya adalah Pantai Sepahat. Pantai Sepahat terletak di Jalan Jend. Sudirman, RT 002/ RW 001, Dusun Murni, Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis. Atau lebih tepatnya terletak di jalan lintas Dumai-Pakning. Untuk Anda yang sering berkunjung ke Pakning, tak asing lagi dengan pantai yang satu ini.

Pantai Sepahat memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Bengkalis. Berkunjung ke Pantai Sepahat akan memberikan pesona tersendiri. Beberapa hal yang bisa Anda nikmati di pantai ini diantaranya:
  1. Pemandangan laut yang luas dengan semilir angin yang berhembus, seperti pada umumnya pemandangan yang bisa kita saksikan di objek wisata pantai.
  2. Berhadapan langsung dengan Selat Malaka, di sini kita bisa menyaksikan pemandangan luas sekaligus sangat potensial untuk kemajuan pariwisata Pantai Sepahat.
  3. Bermain pasir hitam dan coklat bisa dilakukan di area pantai. Pada petang atau siang hari, akan banyak pengunjung yang berjalan di tepi pantai. Anak-anak akan bermain pasir, meski hitam namun tetap memberi kesan pantai yang khas di daerah tersebut. Deburan ombak dengan intensitas sedang membuat anak-anak tetap nyaman bermain di bibir pantai.

Hal lainnya yang menarik dari Pantai Sepahat adalah pemandangan cantik yang bisa dimanfaatkan para fotografer. Hamparan turap di sepanjang pantai yang cukup luas memberi kesan istimewa pada pantai ini. Bukan hanya nyaman dijadikan sebagai tempat duduk sambil menikmati sunset, lokasi ini juga menjadi spot foto yang banyak digunakan oleh para pengunjung. Bahkan beberapa lokasi di kawasan Pantai Sepahat dijadikan sebagai objek foto prawedding oleh pasangan yang akan menikah. Kesan hamparan luas dan terlihat kesan tropis yang khas bisa dilihat dari beberapa foto hasil jepretan para fotografer yang singgah di Pantai Sepahat. Hamparan pasir terlihat cukup luas, dan yang lebih membuat tempat ini semakin istimewa, pasir tersebut bersifat keras sehingga cukup nyaman jika pengunjung ingin mengambil tempat ini sebagai lokasi foto untuk akun sosial media.

Buat Anda yang ingin sejenak melepas kepenatan dan menghilangkan kejenuhan pikiran, bisa duduk di kawasan Pantai Sepahat pada petang hari. Selain angin berhembus sepoi-sepoi, pemandangan sunset juga cukup mencerahkan mata, terutama untuk mereka yang tinggal di luar kawasan Kecamatan Bukit Batu.

Pantai Sepahat masih sangat potensial untuk dikembangkan. Area parkir yang sangat luas memungkinkan di tempat ini bisa dibangun pusat-pusat kuliner sekaligus oleh-oleh khas Bengkalis bagi para pengunjung yang datang, bukan hanya dari Riau atau dalam negeri, wisatawan asing pun cukup prospek untuk bisa berkunjung ke Pantai Sepahat.

Pemerintah Kabupetan Bengkalis sendiri telah merencanakan Desa Sepahat menjadi salah satu desa wisata untuk tingkat Provinsi Riau. Pengembangan dan upaya konservasi objek wisata alam di sini akan terus ditingkatkan sehingga membantu juga untuk peningkatan kualitas ekonomi masyarakat setempat.


Cara Mengunjungi dan Rute Jalan Menuju Lokasi Pantai Sepahat
Dari Kota Pekanbaru, Anda bisa menempuh dua rute. Pertama, dari Pekanbaru Anda bisa menggunakan kendaraan udara menuju bandara Dumai dengan harga tiket kisaran 200 hingga 300 ribu rupiah. Sampai di Kota Dumai, Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan travel menuju Desa Sepahat yang berada di Jalan Lintas Dumai-Pakning. Perjalanan melalui laut akan lebih singkat bila dibandingkan Anda menempuh rute darat.

Rute darat lainnya bisa Anda pilih dengan menggunakan travel roda empat menuju ke Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis. Dari Pekanbaru Anda harus melewati Kabupaten Siak lebih dulu. Lama perjalanan menuju pusat Kota Pakning, Bengkalis berkisar 4 hingga 5 jam perjalanan. Setelah sampai di pusat Kota Pakning, Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan travel atau sepeda motor atau kendaraan pribadi roda empat menuju ke Desa Sepahat kawasan Pantai Sepahat. Berkunjung ke pantai ini gratis, dan bisa dilakukan kapan saja. Untuk mengundang lebih banyak lagi wisatawan, pemerintah kabupaten perlu menambah fasilitas menarik dan menjaga kebersihan lingkungan Pantai Sepahat.

Sumber foto :
http://www.lensawisata.com
IG : @Lensawisatamagz

[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-10-23

Danau Kualo Mudo - Wisata Duri Bengkalis


Danau Kualo Mudo
Salah satu wahana wisata keluarga yang cukup menarik untuk dikunjungi di daerah Kabupaten Bengkalis adalah objek wisata Danau Kualo Mudo. Sebuah kompleks aneka wahana permainan yang dilengkapi danau kecil dengan air yang jernih. Danau Kualo Mudo terletak di Jalan Lintas Duri-Dumai, km 6, Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis-Riau. Objek wisata ini menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan pada hari-hari libur.

Apa saja yang bisa kita nikmati saat berkunjung di area Danau Kualo Mudo tersebut? diantaranya adalah:
  1. Aneka wahana permainan
    Di kawasan ini terdapat beberapa jenis wahana permainan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung. Bagi Anda yang suka berenang, tersedia kolam renang yang bisa membuat tubuh Anda segar. Wahana permainan air pun disediakan, diantaranya bebek dayung dan sepeda air. Anda dan keluarga bisa menyewa wahana ini sambil berputar-putar menikmati suasana alam yang teduh di sekitar area. Di bagian darat, Anda juga bisa menikmati motor APV yang bisa dinaiki orang dewasa keliling lokasi wahana.
  2. Wahana outbond
    Bagi pengunjung yang menyukai tantangan, Anda bisa men ikmati wahana flying fox menyebrangi danau kecil yang terbentang. Banyak para pengunjung dari instansi maupun lembaga yang menggunakan wahana ini untuk acara-acara santai mereka.
  3. Suasana dan pemandangan yang teduh
    Di sepanjang area Danau Kualo Muda, pengunjung akan disuguhkan deretan pohon nyiur yang melambai, dengan pemandangan air danau yang hijau. Hembusan angin sepoi-sepoi akan membuat suasana santai Anda semakin sempurna. Jangan khawatir, meskipun banyak pengunjung, petugas kebersihan di tempat ini selalu siap sedia membersihkan area dari sampah-sampah yang dibawa pengunjung. Sehingga Anda tak perlu khawatir akan duduk di batang pohon dengan area yang kotor. Anda bisa membentang tikar di bawah pohon-pohon rindang, lalu menikmati suasana bersama orang-orang tercinta.
  4. Aneka kuliner
    Seperti umumnya tempat wisata, di sekitar kawasan Danau Kualo Mudo juga tersedia berbagai pilihan menu kuliner, baik kuliner ringan maupun berat yang mengenyangkan. Namun tentunya soal harga sedikit lebih mahal dibandingkan harga kuliner di luar area.

Tak perlu takut mencoba berbagai wahana menantang yang disediakan pengelola di Danau Kualo Mudo tersebut, sebab di tempat ini telah disediakan tim pengaman yang bisa membantu para pengunjung jika tiba-tiba mengalami masalah atau kecelakaan saat melalukan berbagai permaian atau wahana. Untuk menggunakan berbagai wahana yang tersedia, pengunjung harus membayar biaya antara 15ribu hingga 20ribu per orang, tergantung pada jenis wahana yang dipilih. Untuk flying fox misalnya, sekali meluncur bisa dikenakan tarif sebesar 20 ribu rupiah. Atau bagi Anda yang ingin berenang, tarifnya pun tak jauh berbeda. Di tempat ini tersedia berbagai wahana untuk berbagai kalangan usia, sehingga sangat cocok untuk Anda yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Selain aneka wahana, untuk menghangatkan suasana para pengunjung, pihak pengelola juga menyediakan aneka hiburan musik. Terutama di hari-hari libur, suasana akan lebih ramai.

Di hari-hari libur panjang seperti momen idul fitri atau liburan sekolah, lokasi wisata Danau Kualo Mudo memang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dari pagi hari banyak keluarga yang berdatangan untuk mengisi liburan mereka di kawasan ini. Bahkan tempat ini juga sering dijadikan sebagai lokasi acara oleh instansi atau kalangan swasta.


Cara Menuju ke Lokasi Danau Kualo Mudo, Wisata Duri - Bengkalis
Untuk menuju ke lokasi Danau Kualo Mudo yang terletak di Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Duri - Bengkalis, Anda menggunakan rute kendaraan darat. Dari pusat Kota Pekanbaru, dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat, Anda bisa menempuh perjalanan selama 3 hingga 4 jam atau sejauh 132 km. Aktifkan google map Anda, lalu operator akan memandu Anda menemukan lokasi cantik di Duri tersebut. Untuk masuk ke kawasan ini, Anda tidak dipungut bayaran, namun untuk menikmati setiap wahana yang ada di dalamnya, Anda akan dikenakan tarif sesuai jenis wahana yang Anda pilih. Yuk berkunjung ke Danau Kualo Mudo, wisata di Duri - Bengkalis yangn murah dengan fasilitas lengkap dan nyaman.

Sebuah kiriman dibagikan oleh KualoMudo (@kualomudolestari) pada


[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-10-22

Pantai Selat Baru - Wisata Pantai Bengkalis


Pantai Selat Baru
Pantai Selat Baru merupakan salah satu pantai terbaik yang ada di Kabupaten Bengkalis, setelah pantai yang ada di daerah Rupat. Bahkan di daerah Riau sendiri, objek wisata pantai terbilang langka, sehingga tak heran bagi warga Riau yang ingin menikmati suasana pantai di daerah sendiri, salah satunya bisa mengunjungi Bengkalis. Lokasi Pantai Selat Baru terleta di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Saat ini Pantai Selat Baru menjadi salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Bengkalis. Belum lengkap rasanya berkunjung ke Bengkalis jika belum singgah ke pantai tersebut.


Pemandangan Istimewa
Saat orang akan mengunjungi sebuah objek wisata, maka yang akan selalu menjadi pertanyaan adalah, apa yang indah dan bisa dinikmati di tempat tersebut? demikian pula untuk mereka yang akan berkunjung ke wisata Pantai Selat Baru. Di sini pengunjung dapat menyaksikan pemandangan pasir halus berwarna coklat bercampur putih sepanjang 2 km yang diselingi tumbuhan nyiur dan pohon-pohonan. Jarak pasir tersebut dari bibir pantai sejau 200 meter ke belakang. Menjadi suasana yang ideal untuk mereka yang ingin bermain di bibir pantai. Angin laut yang berhembus sepoi-sepoi akan semakin terasa segar saat Anda memandang ke seberang lautan. Bias gunung Ledang berwarna biru cukup jelas terlihat ketika Anda duduk di tepi pantai. Sebuah gunung milik negara Malaysia yang menjadi sejarah penting seorang Hang Tuah dan Hang Jebat. Memandang ke lautan, Anda akan dihibur dengan atraksi elang menangkap ikan di lautan untuk dimakan.

Bila Anda ingin berkunjung dalam suasana yang lebih istimewa, maka Anda bisa mencari tau kapan dilakukan pesta pantai oleh pemerintah setempat. Biasanya di Pantai Selat Baru digelar acara ini setahun sekali yang diisi dengan berbagai kegiatan menarik untuk mengundang wisatawan. Beberapa atraksi yang bisa disaksikan diantaranya perlombaan gasing, layang-layang, perahu jong dan aneka kesenian hiburan tradisional tempatan. Suasana pantai akan terlihat ramai dengan atraksi dan kerumunan pengunjung.
Aktivitas lain yang bisa dilakukan pengunjung di pantai ini seperti berenang, surfing, naik perahu, berjemur di pantai, memancing dan sebagainya. Semua aktivitas yang umumnya dilakukan orang saat berwisata di pantai, juga bisa Anda lakukan di Pantai Selat Baru.


Akses Menuju Lokasi Pantai Sepahat Bengkalis
Untuk bisa sampai ke Kabupaten Bengkalis, Anda bisa menempuh beberapa rute berikut ini:
  1. Rute darat, bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Dari arah Kota Pekanbaru, Anda berkendara selama4 hingga 5 jam menuju ke Pelabuhan Sungai Pakning. Sebelumnya, Anda akan melewati Kabupaten Siak lebih dulu. Dari Pelabuhan Sungai Pakning, Anda bisa naik kapal besar bernama Roro selama lebih kurang 1 jam perjalanan. Dari pelabuhan di Bengkalis, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan menuju ke Pantai Selat Baru selama lebih kurang 1 jam perjalanan.
  2. Rute udara-laut-darat, untuk Anda yang ingin menikmati perjalanan dalam berbagai suasana, Anda bisa menggunakan kendaraan udara. Dari Pekanbaru Anda bisa naik pesawat menuju ke Dumai (Pelabuhan Pinang Kampai) selama 30 menit. Tiket pesawat biasanya seharga 200 hingga 300ribuan. Dari Dumai, Anda bisa menggunakan kendaraan laut menuju pelabuhan di Bengkalis. Kapal-kapal besar terdapat cukup banyak di Dumai, sehingga untuk Anda yang ingin menikmati suasana bahari, bisa menggunakan kendaraan tersebut.
Karena menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Bengkalis, di sekitar lokasi juga ditemukan fasilitas yang cukup dan memadai untuk aktivitas wisata Anda. Seperti hotel penginapan, fasilitas mandi dan kebersihan, aneka kuliner khas Bengkalis dan sebagainya. Suasana di pantai ini akan semakin istimewa karena Anda akan mendengar bahasa melayu khas Bengkalis yang menjadi bahasa percakapan disetiap orang yang Anda temui. Bahkan mereka yang bersuku luar melayu sekalipun, umumnya juga sudah terpengaruh dengan logat melayu Bengkalis. Saat berkunjung ke Bengkalis, jangan lupa mencicipi aneka kuliner khas Bengkalis yang bikin kangen. Diantaranya kopi Bengkalis, lontong Bengkalis, lempuk durian, mie sagu khas Bengkalis, sambal terasi Bengkalis dan masih banyak lagi yang lainnya.


Foto Video :
BertuahTv
Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru
https://www.youtube.com/user/BertuahTv

[RiauMagz | Wisata Riau]

Komplek Situs Datuk Laksmana - Wisata Bengkalis


Komplek Situs Datuk Laksmana Raja Dilaut
Salah satu situs bersejarah di daerah Bengkalis yang cukup terkenal adalah komplek situs Datuk Laksmana Raja Dilaut. Lokasinya berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Sungai Pakning-Bengkalis. Di dalam komplek situs bersejarah ini terdapat beberapa bangunan penting peninggalan Datuk Laksmana Raja Dilaut, diantaranya adalah :
  1. rumah milik Datuk Laksmana Raja Dilaut IV,
  2. makam Datuk Laksmana Raja Dilaut IV,
  3. makam Datuk Laksamana Raja Dilaut III
  4. masjid bersejarah yaitu Masjid Jami’ Al Haq,
  5. senjata meriam peninggalan Datuk Laksmana Raja Dilaut dan sebagainya.
Di tempat ini kita bisa menyaksikan bekas-bekas yang menjadi bukti sejarah kegagahan para Datuk Laksmana Raja Dilaut di bawah Kerajaan Siak di masa dahulu.


Di area situs sejarah tersebut terdapat senjata kebanggaan di masa kekuasaan Datuk Laksmana, yakni meriam. Konon di masa lalu, senjata ini berjejer di pelabuhan Sungai Pakning untuk mengamankan kawasan tersebut dari ancaman musuh.

Sebutan Datuk Laksmana merupakan sebutan yang diberikan oleh kesultanan Siak untuk para Panglima Laut yang menjaga kawasan pesisir pantai Melaka. Seperti diketahui, terdapat 4 orang Datuk Laksmana Raja Dilaut yang berkuasa di daerah pesisir Sungai Pakning. Mereka dikenal sebagai para panglima laut yang gagah berani, mampu menaklukkan para lanun di lautan, menjaga benteng kerajaan dengan gagah berani. Kekuasaan Datuk Laksmana Raja Dilaut dimulai dari Datuk Encik Ibrahim disebut-sebut sebagai Datuk Laksamana Raja di Laut yang pertama, berkuasa pada tahun 1767 M-1807 M. Setelah itu, kekuasaan dipegang oleh Datuk Khamis, Datuk Abdullah Shaleh (Datuk Botot) dan Datuk Ali Akbar yang bergelar Datuk Laksmana Raja Dilaut II, III dan IV.

Susunan Gelar Datuk Laksamana Raja Dilaut :
  1. Datuk Laksamana Raja Dilaut I : Datuk Encik Ibrahim
  2. Datuk Laksamana Raja Dilaut II : Datuk Khamis
  3. Datuk Laksamana Raja Dilaut III : Datuk Abdullah Shaleh (Datuk Botot)
  4. Datuk Laksamana Raja Dilaut IV : Datuk Ali Akbar


Pada area komplek situs, kita juga bisa melihat bangunan rumah milik Datuk Laksmana Raja Dilaut ke IV dengan arsitektur melayu yang sangat khas. Berupa rumah panggung dengan ukiran dan selembayung bernuansa putih, biru dan coklat. Rumah panggung berdinding papan ini ramai dikunjungi para peziarah yang ingin melihat secara langsung bukti sejarah kerajaan di area tersebut.
Sementara untuk bangunan makam, bangunannya terbuat dari batu dengan cat kuning hijau yang sudah mulai memudar. Diperlukan renovasi dan pemugaran secepatnya untuk menjaga keberadaan situs bersejarah di kawasan Bukit Batu. Di sekitar komplek ini pula, keturunan-keturunan dari Datuk Laksmana Raja Dilaut masih ada yang tinggal dan bermukim. Di daerah ini, masyarakatnya banyak yang bekerja di bidang pertanian dan perikanan, sesuai dengan kondisi geografis setempat.

Sebuah bangunan masjid tua peninggalan masa Datuk Laksmana juga masih ditemukan di area komplek. Diberi nama Masjid Jami’ Al Haq. Jika masuk ke area situs ini, kita bisa mengunjungi masing-masing bangunan satu per satu.


Cara Menuju ke Komplek Situs Datuk Laksmana
Untuk menuju ke lokasi Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Sungai Pakning Bengkalis, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 108km dari pusat Kota Pekanbaru menuju ke Sungai Pakning. Atau sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan. Dengan menggunakan kendaraan pribadi atau travel mobil. Bila menggunakan transportasi umum, maka setelah tiba di pusat Kota Pakning, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Atau bisa juga Anda meminta kepada pihak travel untuk mengantarkan ke lokasi dengan bayaran yang lebih. Di kawasan komplek situs ini, Anda bisa memilih beberapa spot foto menarik, diantaranya di depan rumah panggung Datuk Laksmana, di area komplek makam dan juga masjid.


Untuk makam, minum dan beristirahat, sebaiknya Anda lakukan di pusat Kota Pakning. Di area Desa Sukajadi, Anda hanya akan disuguhkan komplek bangunan sejarah saja. Pada area bagian depan komplek bangunan, terdapat gapura melingkar bertuliskan Rumah Datuk Laksmana Raja Dilaut. Bangunan ini memang sudah cukup tua dan catnya telah memudar. Sebagian batunya telah retak-retak. Sangat dibutuhkan upaya pemugaran sesegera mungkin guna menjaga warisan situs bukti sejarah kejayaan melayu di masa lampau. Tempat ini sangat cocok dikunjungi para budayawan, peneliti, sejarawan, kalangan terpelajar serta mereka yang ingin tahu banyak tentang melayu di masa lalu. Jangan lupa mengunjungi Komplek Situs Datuk Laksmana saat Anda berkunjung ke Pakning, Bengkalis.

Kompleks Situs Rumah, Mesjid dan Makam Datuk Laksamana Raja Dilaut - Wisata Bengkalis
Foto dan Video :
Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru
BertuahTv
https://www.youtube.com/user/BertuahTv


[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-10-21

Makam Syech Umar - Wisata Kota Dumai


Sejarah Syech Umar
Syech Umar merupakan seorang ulama suluk terkemuka di Dumai. Ia berasal dari daerah Langkat, Sumatera Utara. Beliau lahir pada tahun 1869 dan wafat pada tahun 1960. Sebagai seorang ulama suluk, ia dikenal suka merantau untuk menimba ilmu. Hingga suatu ketika, saat ia pulang ke daerah Langkat untuk menjenguk gurunya, ia diminta oleh gurunya tersebut untuk berziarah ke makam gurunya yang terdahulu. Dan saat pulang menemui gurunya, ia menemukan sebuah batu coklat. Guru yang menyuruhnya berziarah itu pun mengatakan jika batu itu menjadi milik Syech Umar. Batu itu disebut batu betina. Dan jika nanti Syech Umar pulang ke Dumai, ia akan mendapatkan batu jantan. Benar saja yang dikatakan sang guru, dalam perjalanan pulang dari Langkat menuju Dumai, Syech Umar menemukan batu yang hampir mirip dengan batu betina, batu itu diberi nama batu jantan.

Syech Umar menyimpan kedua batu tesebut di dalam kain. Bila malam hari tiba, batu tersebut berbunyi, lalu Syech Umar membuka bungkusannya, ditemukan serpihan batu-batu kecil. Semenjak itu, Syech Umar pun menyimpan batu-batu itu di dalam tempayan, lalu ia mengisinya dengan air hujan. Semakin hari batu-batu kecil bertambah dalam tempayan tersebut. Dan kini batu dalam tempayan tersebut disimpan di kompleks makam Syech Umar. Lebih dikenal dengan sebutan situs batu beranak.

Suatu ketika dalam perjalanan berguru dan menuntut ilmu, Syech Umar mendapat pesan untuk menanamkan mumbang kelapa yang ia bawa. Dimana mumbang tersebut bisa tumbuh hidup, maka di daerah tersebut akan tumbuh menjadi sebuah kota yang ramai. Dan Syech Umar menanam mumbang tersebut di daerah Dumai. Keinginan Syech Umar pun terwujud, dimana Dumai tumbuh menjadi sebuah kota yang cukup maju.


Cara Menuju ke Lokasi Wisata Makam Syech Umar
Makam Syech Umar bersamaan dengan lokasi wisata Dumai Batu Beranak yang terletak di Jalan Syech Umar, sekitar 2 km dari pusat Kota Dumai. Untuk sampai ke daerah ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, atau dengan menyewa kendaraan umum dengan bayaran yang lebih. Untuk memudahkan perjalanan, Anda bisa mengaktifkan google map atau GPS. Tak sulit menemukan sebuah makam bersejarah yang cukup populer di Kota Dumai tersebut.


Bangunan makam Syech Umar awalnya hanya berbentuk kayu dengan arsitektur khas Melayu. seiring waktu dan pelestarian situs sejarah yang terus diupayakan pemerintah, saat ini bangunan makam ini dibangung dengan batu berbentuk rumah berwarna kuning. Pada bagian depan kompleks bangunan, terdapat sebuah gapura bercat hijau dan kuning. Tertera tulisan selamat datang di situs batu beranak dan makam Syech Umar. Pada bangunan makam, terdapat sebuah kelambu berwarna biru yang bisa dibuka oleh orang-orang yang berziarah. Batu-batu kerikil diletakkan di permukaan makam yang disangga pilar besi kecil.

Saat ini, situs bersejarah ini dikelola oleh salah seorang menantu Syech Umar bernama Khalifah Yunus. Tak hanya makam Syech Umar saja, di dalam kompleks pemakaman ini juga terdapat beberapa makam keluarga dari Syech Umar, diantaranya makam istri Syech Umar, makam dua orang anak Syech Umar yakni Budin dan Siti Maimunah, dan satu makam lagi merupakan makam dari cicit Syech Umar. Keluarga dan keturunan dari Syech Umar sebagian masih banyak yang tinggal dekat kompleks pemakaman untuk menjaga makam situs sejarah tersebut.

Kawasan wisata sejarah makam Syech Umar banyak dikunjungi para wisatawan. Bukan hanya dari daerah Dumai, namun juga ada yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia. Mereka para ulama suluk banyak yang ingin membuktikan langsung sejarah dari salah seorang ulama mereka di daerah Dumai yang cukup terkenal.

Untuk para pengunjung yang ingin melihat langsung situs sejarah Makam Syech Umar, perlu diperhatikan kawasan di sini tidak banyak disediakan kuliner. Sehingga bagi peziarah yang datang dari luar daerah sebaiknya bisa lebih dulu beristirahat di pusat kota Dumai. Namun demikian, lokasi situs sejarah ini berada di tepi jalan dan cukup mudah untuk dijangkau oleh kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.

[RiauMagz | Wisata Riau]

Makam Siti Laut - Wissata Kota Dumai


Mengenal Sejarah Siti Laut
Sejarah Siti Laut dimulai dari kisah yang terjadi di sebuah kerajaan kecil yang ada di kawasan Muara Takus, Kampar. Di daerah ini ada sebuah negeri kecil yang diberi nama Durian Bertakuk Raja. Dipimpin oleh seorang raja dengan para pengikutnya yang setia. Suatu ketika, sang raja membuat sebuah kapal atau lancang besar hingga memakan waktu selama tiga purnama. Saat lancang tersebut selesai dibuat, seluruh rakyat secara bersama-sama mendorong lancang tersebut ke tepian sungai, namun sama sekali lancang tersebut tak bergerak. Tak ada tanda-tanda lancang tersebut akan bergerak dari galangannya. Orang-orang memberitahukan hal itu kepada raja, hingga raja pun berpikir keras untuk mengatasi masalah tersebut. Perdana Menteri kerajaan memberi usul kepada raja untuk mengumpulkan para ahli nujum guna dimintai keterangan terkait apa yang terjadi dengan lancang besar tersebut. Lalu dikumpulkan lah para ahli nujum di istana. Mereka mengatakan kepada raja, lancang tersebut hanya bisa digerakkan jika galangannya adalah seorang perempuan hamil pada kehamilan yang pertama. Permintaan sulit yang membuat raja bingung, namun raja tetap mengumumkan hal tersebut pada seluruh rakyatnya, barang siapa yang bisa menjadi galang lancang dengan syarat yang telah ditentukan, maka raja akan memberikan lancang tersebut pada yang bersangkutan.

Selang beberapa hari setelah raja memberikan pengumuman, seorang perempuan yang merupakan anak salah seorang pemangku adat kerajaan bernama Siti Laut bermimpi aneh. Ia yang sedang hamil pertama tinggal bersama suaminya bernama Lembang Jaga. Dalam mimpinya, Siti ditemui seorang tua yang memintanya menjadi galangan lancang raja. Namun ada syaratnya, yakni harus digali lubang di bagian bawah lancang, lalu Siti berbaring di sana. Lancang digerakkan, lalu setelah itu Siti harus pergi berlayar jauh dan tidak boleh kembali lagi ke negerinya. Selama tiga hari berturut Siti bermimpi yang sama. Akhirnya ia menyampaikan hal tersebut pada suaminya, setelah bermufakat maka suaminya pun menyampaikan hal tersebut pada raja tentang kesediaan Siti menjadi galang. Segala persyaratan dipersiapkan, dan Siti bersama suaminya pun membawa perbekalan untuk pergi berlayar meninggalkan kampung halaman. Sebuah acara besar dipertontonkan seluruh rakyat negeri tersebut. Lalu Siti pun berbaring di bawah lancang yang sudah dilubangi. Ajaibnya, benar saja yang ada di dalam mimpi Siti. Kapal tersebut bergerak tanpa hambatan sama sekali. Lalu Siti dan suaminya pun berlayar pergi meninggalkan kampung halamannya.

Setelah dua hari dua malam berlayar tiada henti, Siti dan rombongan yang ada di dalam kapal berhenti di sebuah tempat yakni Teluk Binjai. Mereka menetap di sana selama tiga tahun. Namun karena banyak hal yang tak sesuai, rombongan Siti Laut akhirnya berpindah ke daerah Sungai Dumai, lebih tepatnya di kampong Lubuk Kuali (sekarang lokasi kampung Lubuk Kuali, diperkirakan antara Jalan Benteng Pangkalan Sesai dengan Masjid Baiturrahman sungai Dumai). Di Sungai Dumai inilah keluarga Siti Laut menetap. Suaminya mengembangkan kampung menjadi sebuah perkampungan yang maju. Orang-orang banyak bertanya sesuatu pada Lembang Jaga. Karena jasa-jasanya mengembangkan kampung setempat, Lembang Jaga pun diangkat menjadi raja kecik kampong Bunga Tanjung yang selanjutnya diubah menjadi Kerajaan Sri Bunga Tanjung. Sebelum wafat, Siti Laut berpesan agar ia dimakamkan di Lubuk Kuali. Lalu sang suami pun mengabulkan permintaannya. Ia memberi tanda makam tersebut dengan sebuah kayu yang akhirnya tumbuh menjadi besar, yakni Kayu Cengal.

Mengunjungi Situs Sejarah Makam Siti Laut
Makam Siti Laut menjadi salah satu situs sejarah penting yang ada di Kota Dumai. Tak heran jika situs ini masuk dalam peta wisata pemerintah Kota Dumai. Terletak di Jalan Teduh, yakni sekitar 3km dari pusat Kota Dumai di sebelah barat. Sebuah bangunan makam dengan atap berwarna merah bata dan tiang batu berwarna putih ini dikelilingi semak dan pepohonan. Sekilas nampak seperti pemakaman biasa. Namun di tempat ini banyak para pengunjung yang ingin membuktikan langsung sejarah salah satu kerajaan yang ada di Dumai. Jika Anda ingin lebih santai di lokasi wisata ini, sebaiknya berkunjung di pagi hingga petang hari. Suasana lebih nyaman untuk mengunjungi sebuah objek wisata makam. Untuk bisa sampai ke situs sejarah Makam Siti Laut, dari pusat Kota Dumai bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, atau angkutan umum yang sudah disewa. Tidak sulit menemukan kawasan makam tersebut karena menjadi salah satu situs sejarah yang dilindungi pemerintah setempat.


[RiauMagz | Wisata Riau]

2017-10-19

Hutan Mangrove Dumai - Wisata Dumai


Hijaunya Hutan Mangrove Dumai
Hutan bakau menjadi salah satu objek wisata alam yang bisa dikunjungi di Kota Dumai. Hutan mangrove atau bakau tersebut terletak tidak jauh dari pusat kota, yakni tepatnya di Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Hutan bakau menjadi salah satu tempat konservasi habitat flora yang ada di Kota Dumai. Di sini kita bukan hanya bisa menikmati udara yang masih segar dan sejuk, tetapi kita juga bisa melihat aneka jenis bakau sebagai kekayaan alam hayati daerah setempat. Kawasan Hutan Mangrove Dumai memiliki luas sekitar 31 hektar, mencakup muara atau Kuala Sungai Dumai. Angka ini masih terbilang kecil mengingat kebutuhan konservasi tanaman bakau yang semakin sulit.

Di dalam kawasan Hutang Mangrove Dumai, terdapat sedikitnya 24 jenis spesias bakau yang dilindungi. Salah satu bakau istimewa yang ada di daerah ini adalah bakau belukap (Rhizophora mucronata) yang mulai mengalami kepunahan di daerah tersebut. Dahulu telah terjadi eksploitasi bakau jenis ini oleh masyarakat sebagai bahan baku arang di daerah Pangkalan Bunting muara Sungai Dumai.


Wisata alam hutan mangrove Dumai menjadi objek wisata kalangan terpelajar seperti para peneliti, mahasiswa, kalangan jurnalis, pelajar sekolah dan sebagainya. Bahkan tak jarang para peneliti luar negeri datang ke lokasi untuk melihat langsung keanekaragaman mangrove yang ada di daerah Dumai tersebut. Keunggulan dari wisata ini tentu saja soal keanekaragaman tanaman mangrove yang dilindungi sehingga bisa memberikan kesan yang berbeda dibanding wisata alam lain yang berbentuk hutan.

Hal yang menarik di Hutan Mangrove Dumai ini adalah adanya :
Sekolah Alam Bandar Bakau, Dumai
Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh

Apa saja yang bisa dinikmati para pengunjung di tempat wisata Hutan Mangrove Dumai tersebut? diantaranya adalah:
  1. Merupakan kawasan bank mangrove, yakni tempat budidaya pembibitan dan penanaman mangrove.
  2. Lokasi sekolah alam bandar bakau, setidaknya setiap hari minggu kita bisa menyaksikan kegiatan sekolah alam di kawasan hutan konservasi tersebut.
  3. Proses pembersihan sungai dan pantai juga bisa kita saksikan di kawasan tersebut.
  4. Pusat informasi tanaman mangrove
  5. Berbagai upaya eksplorasi dari potensi wisata Bandar Bakau.

Sejak tahun 2015 yang lalu tercacat lebih dari 25ribu orang pengunjung yang datang ke lokasi Hutan Mangrove Dumai untuk melakukan berbagai kegiatan. Bahkan pemerintah setempat juga telah beberapa kali menaja acara di lokasi hutan wisata tersebut. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan promosi dan kunjungan masyarakat ke tempat tersebut. Selama ini keberadaan kawasan hutan bakau ini memang masih diketahui kalangan terbatas saja. Kurangnya promosi hingga ke tingkat nasional membuat orang tak banyak tahu, ada hutan wisata menarik yang penuh dengan kekayaan alam hayati Indonesia. Saat ini diperlukan peran secara sinergi antara semua pihak, seperti komunitas, masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperkenalkan lokasi hutan tersebut ke tingkat yang lebih luas. Keberadaan media sosial sebenarnya sangat berperan untuk memperkenalkan tempat wisata hutan mangrove. Dari satu orang pengunjung diharapkan mampu mengundang pengunjung yang lebih banyak, jangan lupa jika berkunjung ke hutan bakau ini, carilah spot berfoto terbaik lalu unggah ke media sosial. Dengan cara ini akan cukup membantu memperkenalkan lokasi hutan bakau Dumai ke masyarakat secara lebih luas.


Cara Menuju ke Lokasi Hutan Mangrove Dumai
Seperti telah disebutkan di atas, lokasi Hutan Mangrove Dumai tidak jauh dari pusat Kota Dumai. Jika menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor, Anda cukup berkendara selama 15 menit saja untuk sampai ke lokasi hutan, di Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau.

Untuk mempermudah, Anda bisa mengaktifkan GPS dari pusat kota menuju ke daerah tujuan. Dari pusat kota, tidak ada kendaraan umum yang bisa menjangkau lokasi, sehingga mau tak mau Anda harus menggunakan kendaraan pribadi untuk bisa sampai ke area hutan tersebut. Tempat ini sangat cocok dijadikan sebagai lokasi kunjungan ilmiah atau wisata ilmiah sekolah atau kampus. Untuk mereka para pecinta alam juga cocok mengunjungi kawasan Hutan Mangrove Dumai.

Video Ekowisata Bandar Bakau Dumai dari BertuahTv

[RiauMagz | Wisata Riau]