Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh

Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh

“Apabila hutan mangrove di Dumai punah, maka kota tersebut akan terancam kesulitan mendapatkan air tawar!”

Bandar Bakau Situs Legenda Putri TujuhPernyataan tersebut disampaikan oleh Darwis Moh Saleh, pengelola Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh. Berdasarkan pernyataan itu pulalah sekitar 11 tahun lalu, Ia berada di posisi paling depan untuk menentang perluasan areal pelabuhan Pelindo Dumai, yang akan menghapuskan sekitar seluas 31 hektar hutan mangrove Dumai.

Tentang Legenda Putri Tujuh dapat dibaca di :
Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh, demikian nama kawasan konservasi mangrove ini, terbelah menjadi 2 wilayah oleh Sungai Dumai yaitu Kawasan Timur seluas 20 hektar dan Kawasan Barat sekitar 11,5 hektar.

Minggu (22/01/12) di Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh ini akan di laksanakan gerakan penanaman seribu pohon bakau yang diberi nama “Mangrove untuk Dumai”. Bersama beberapa orang teman dari komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru dan Oranye Design sengaja datang ke kota ini dalam rangka mengikuti acara tersebut.

Gerakan tanam seribu pohon bakau itu sendiri digagas oleh teman-teman dari Akademi Akuntansi Riau (AKRI) Dumai. Selain teman-teman mahasiswa, turut dalam aksi ini adalah para relawan yang berasal dari berbagai kalangan, yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian bakau di kota Dumai (baca: Mangrove untuk Dumai).

Bandar Bakau : Wisata Alam dan Penelitian


Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh memiliki sekitar 24 jenis Mangrove. Selain itu, di tempat ini juga banyak ditemukan habitat hewan-hewan pesisir seperti kepiting bakau, molusca, dan aneka ikan. Selain terdapat habitat alami, saat ini pengelola Bandar bakau juga telah menyediakan beberapa daerah khusus untuk penangkaran hewan-hewan tersebut.

Karena itu, kawasan ini memiliki potensi untuk dijadikan tempat penelitian mangrove, khususnya di kawasan pesisir barat Indonesia. Saat ini saja mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, terutama mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Riau, selalu melakukan penelitian di tempat ini.

Bandar Bakau ini juga memiliki potensi untuk menjadi tempat wisata alam. Suasana teduh di sekitar pepohonan bakau sangat nyaman untuk menjadi tempat bersantai. Bagi para pengunjung, beberapa pesanggrahan telah dibangun di tempat ini sebagai tempat ngobrol-ngobrol atau makan siang bersama teman atau keluarga.

Berminat untuk menanam Bakau? Pengelola juga telah menyiapkan bibit-bibit Bakau yang siap untuk ditanam. Hanya dengan membayar 50 ribu rupiah, kita bisa memberi nama pohon yang kita tanam dengan nama kita atau nama apapun yang telah kita pilih tadi.

Pohon-pohon yang ditanam khusus ini nantinya akan dipasangkan papan nama sesuai yang kita inginkan. Mudah-mudahan, 10 tahun mendatang, saat kita kembali ke Bandar Bakau, kita bisa melihat pohon yang kita tanam telah tumbuh dan berkembang.

Pengelola Bandar Bakau juga membuka kesempatan untuk membuat kegiatan tanam bakau secara missal seperti yang telah dilakukan beberapa kali di sini. Mereka siap menyediakan berapa jumlah bibit yang dibutuhkan, tentunya dengan kompensasi yang tidak mahal untuk pengganti biaya pembibitan.

Bandar Bakau : Perjuangan Tanpa Henti


Bagi Darwis Moh Saleh yang kini berusia hampir setengah abad, Bandar Bakau adalah segalanya. Setiap hari, Ia bersama beberapa orang teman-temannya yang tergabung dalam LSM Pencinta Bahari dengan setia merawat dan mengembang biakkan Mangrove di Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh ini.

Tidak ada yang menggaji mereka untuk melakukan semua itu. Hanya keikhlasan serta kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar mereka, membuat mereka tetap bertahan di sana. Berbagai resiko dan ancaman telah mereka lalui. Menghadapi berbagai pihak yang ingin menghancurkan hutan tersebut sudah biasa bagi mereka.

Bandar Bakau ini memang berada di atas lahan milik PT Pelindo Dumai. Kawasan ini termasuk dalam rencana perluasan pelabuhan. Sekitar tahun 1998-1999, Darwis bersama teman-temannya menentang perluasan pelabuhan tersebut.

Perjuangan panjang itu sebenarnya sampai saat ini belum berakhir. Walaupun beberapa instansi terkait seperti kementrian Kehutanan RI telah member restu, namun tetap masih dibutuhkan kesepakatan secara tertulis antara pihak pengelola, PT Pelindo dan Pemko Dumai untuk menetapkan kawasan ini menjadi hutan kota.

Mencapai Bandar Bakau

Bandar Bakau ini terletak di Jalan Nelayan Laut, Kampong Tuo Kedondong, Dumai – Riau. Tidak sulit untuk mencapai tempat ini. Posisinya masih berada di sekitaran pusat kota Dumai. Hanya saja, memang masih banyak warga Dumai sendiri yang tidak mengetahui keberadaan Bandar Bakau ini.

Seorang ibu penjaga warung makan yang kami tanyai saat hendak menuju tempat ini mengatakan bahwa untuk menuju Bandar Bakau, kita berjalan menuju daerah Purnama. Nanti kita akan bertemu sebuah jembatan yang di kedua sisinya terdapat Tempat Pemakaman Umum. Sekitar 500 meter setelah melewati jembatan, kita akan melihat plang Jalan Nelayan di sebelah kanan. Masuk ke jalan tersebut, di ujung jalannya lah terdapat Bandar Bakau ini.

Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh

Untuk menuju kota Dumai sendiri, dari Pekanbaru dengan jalan darat, memakan waktu sekitar 4 jam. Ada beberapa angkutan sewa yang melayani trayek Pekanbaru – Dumai. Ongkosnya antara 100 ribu hingga 200 ribu rupiah.

Oya, jangan lupa, untuk yang berasal dari luar kota, bisa membeli oleh-oleh kerupuk cabe khas Dumai yang bisa di dapatkan di daerah Purnama atau di dekat SPBU Raya Bukit Datuk. Harganya 10 ribu rupiah untuk bungkus besar, dan 5 ribu rupiah untuk bungkus kecil. Rasa pedas manisnya membuat kita susah untuk berhenti makan kerupuk ini begitu kita mencicipinya. Rasa pedas manisnya akan selalu mengingatkan kita akan Bandar Bakau Situs Legenda Putri Tujuh.


Riaumagz

Semua tentang Riau & Indonesia
TWITTER & INSTAGRAM : @riaumagz
Repost : tandai & ikuti kami Gambar dilengkapi keterangan.
#riau #riaumagz #pekanbaru